7 Model Bisnis Startup dan Perusahaan yang Menerapkannya!

Beberapa tahun belakangan, model bisnis jadi banyak diperbincangkan dan sangat diperhitungkan sebelum memulai sebuah bisnis. Pada artikel ini, Konsultanku akan membahas mengenai pentingnya memiliki model bisnis yang tepat, cara memilihnya, dan 7 ide model bisnis populer yang digunakan sejumlah startup terkenal.

an image

 

Pentingnya Memiliki Model Bisnis yang Tepat

Dilansir dari Forbes, terdapat sekitar 4,4 juta ventures yang berdiri pada tahun 2020. Dengan persaingan bisnis yang amat ketat, bisa dipastikan tak semua ventures akan bertahan di tengah badai kompetisi.

 

Oleh karena itu, memastikan model bisnis yang sesuai dan selaras dengan pasar  adalah hal terpenting bagi sebuah bisnis, tak terkecuali startup. Model bisnis yang baik adalah model bisnis berkelanjutan dan relevan dari segi permintaan, harga, dan saluran audiens.

Baca Juga:
Perbedaan Customer, Consumer, dan Client
Inilah Jobdesk Supervisor yang Perlu Anda Ketahui
Surplus vs Defisit Bagi Perekonomian
6 Faktor Pengaruh Tingkat Konsumsi Masyarakat

 

7 Model Bisnis untuk Startup

Berikut adalah 7 model bisnis populer yang banyak digunakan berbagai startup sukses.

 

1. Model Bisnis Marketplace

Model bisnis marketplace adalah jenis model bisnis yang memungkinkan Anda untuk bertindak sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Perusahaan yang paling populer untuk menggunakan model marketplace adalah Amazon di mana Amazon hanya bertindak sebagai sebuah platform yang menangani transaksi antara penjual dengan pembeli.

Baca Juga:
Perusahaan rintisan tawarkan bantuan laporan pajak
Bantu Pemerintah, Startup Ini Tawarkan Jasa Penghitungan Pajak
Platform Konsultanku Optimistis Dorong Penerimaan
Mau tau cara menghemat pajak bisnis kamu?

 

Keuntungan utama menggunakan model marketplace adalah Anda tidak perlu menyimpan inventaris apa pun dan Anda tidak akan memiliki biaya overhead. Anda juga tidak perlu membuat produk sendiri untuk dijual. Perusahaan bermodel marketplace biasanya akan mengambil “biaya admin” dengan persentase kecil yang didapat dari tiap transaksi. Jika tertarik untuk menggunakan model ini pada bisnis Anda, maka Anda perlu memberikan “value” yang besar kepada pelanggan untuk menggunakan platform jual-beli milik Anda.

 

Selain Amazon, perusahaan lain yang menerapkan model bisnis ini adalah AirBNB.

 

2. Model Bisnis On-Demand

Sesuai namanya, model bisnis on-demand memiliki skema di mana perusahaan menyediakan layanan kepada pelanggan kapanpun mereka mau. Gojek, Grab, dan Uber adalah adalah salah satu contoh perusahaan besar yang menerapkan model bisnis ini. Ketiganya memungkinkan pelanggan untuk meng-order tumpangan, setelah itu pengemudi akan menjemput mereka dan membawa mereka ke tempat tujuan.

 

Manfaat yang paling menonjol dari penggunaan model bisnis on-demand adalah perusahaan dapat memanfaatkan tenaga kerja lepas sehingga membantu menekan biaya operasional.

 

3. Model Bisnis Disintermediation

Model bisnis disintermediasi adalah model bisnis standar yang digunakan oleh banyak pelaku grosir, produsen, dan pebisnis yang menawarkan penjualan langsung. Tujuan dari pengimplementasian model ini adalah untuk menghilangkan perantara sehingga penekanan biaya dapat dimaksimalkan.

 

Keuntungan dari menggunakan model bisnis ini adalah pembeli jadi bisa membayar harga produk yang jauh lebih rendah dibanding biasanya. Model bisnis ini ideal untuk startup yang memiliki sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi dan mendistribusikan barang.

 

Beberapa contoh perusahaan besar yang memanfaatkan model bisnis ini adalah Alibaba dan Walmart.

 

4. Model Bisnis Berlangganan (Subscription)

Akhir-akhir ini, model bisnis subscription jadi semakin populer dengan penjualan layanan hiburan berlangganan. Model bisnis ini digunakan oleh banyak perusahaan untuk mendapatkan arus kas stabil yang berulang. Karena penjualan berulang, model ini memungkinkan Anda untuk memprediksi seperti apa pendapatan tahunan Anda, yang luar biasa saat Anda mencoba mendatangkan investor baru.


 

Layanan berlangganan paling populer adalah Spotify dan Netflix. Keduanya memberi pelanggan akses ke musik, film, dan acara TV dengan biaya berlangganan bulanan atau tahunan.

 

5. Model Bisnis Freemium

Model bisnis freemium lebih populer untuk pemula karena menggabungkan layanan gratis dan premium menjadi satu model bisnis. Komponen premium dari model bisnis ini memungkinkan Anda membuat layanan premium yang menawarkan lebih banyak fitur dan manfaat daripada layanan gratis.

 

Misalnya, jika startup Anda berpusat pada desain dan pengembangan web, Anda dapat memulai dengan menawarkan paket gratis yang mencakup beberapa jasa desain web dasar. Kemudian, Anda dapat menawarkan paket premium dengan fitur tambahan seperti hosting gratis, produksi video, dan bebas revisi desain.

 

Fitur tambahan ini dapat menarik pelanggan untuk membeli paket premium. Saat Anda menerapkan model bisnis freemium, penting untuk menjaga agar fitur free dan premium tetap seimbang. Jadi, fitur free juga harus menawarkan fitur yang cukup menarik untuk pelanggan, sedangkan penawaran premium harus jauh lebih menarik lagi bagi audiens.

 

Contoh perusahaan yang mengimplementasikan model bisnis freemium adalah Youtube, LinkedIn, dan JOOX.

 

6. Model Bisnis Virtual Good (Produk Virtual)

Bisnis bermodel virtual good (produk virtual) umumnya digunakan oleh pengembang video game, tetapi juga dapat diterapkan ke berbagai bisnis lain. Jenis model bisnis ini memberikan kemampuan pada pelanggan untuk membeli produk virtual yang secara eksklusif hanya tersedia di platform online milik pengembang. Di dalam video game, barang virtual ini bisa berupa nyawa ekstra atau peningkatan senjata.

 

Banyak perusahaan yang membuat game yang lebih compact untuk diinstal pada smartphone akan menerapkan toko barang virtual di dalam game tempat pengguna dapat membeli semua jenis produk online. Selain pengembang game, perusahaan seperti Facebook juga menggunakan model ini dengan memberikan kemampuan bagi pengguna untuk membeli dan mengirim hadiah virtual ke pengguna lain.

 

Beberapa contoh perusahaan dengan model bisnis virtual good adalah Facebook, TikTok, dan Supercell.

 

7. Model Bisnis Reseller

Bisnis bermodel reseller sangat mirip dengan model marketplace. Ketika sebuah startup beroperasi sebagai reseller, mereka akan fokus untuk mempromosikan dan menjual produk yang diproduksi atau diproduksi oleh perusahaan atau individu lain.

 

Perusahaan seperti eBay mempromosikan dan menjual produk di situs web mereka. Namun, setelah terjual, pengiriman produk akan ditangani oleh individu atau perusahaan yang telah mendaftarkan barang untuk dijual. Keuntungannya, jenis model bisnis ini mampu menghindari masalah inventori (persediaan).

 

Tips Memilih Model Bisnis yang Cocok untuk Perusahaan

Sebuah model bisnis menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan menyusun strategi untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam kisaran harga yang praktis. Pada dasarnya, dalam memilih model bisnis, Anda berpatokan pada:

 

  1. Layanan atau produk apa yang akan ditawarkan?

  2. Pasar mana yang akan menjadi target?

  3. Berapa besar biaya yang kemungkinan dibutuhkan untuk mengoperasikan bisnis Anda?

 

Setelah memegang jawaban pasti akan pertanyaan-pertanyaan tersebut, barulah Anda bisa melangkah ke step pertama. Langkah awal untuk menemukan model bisnis yang tepat adalah dengan meriset sebanyak mungkin variasi model bisnis yang memungkinkan untuk diimplementasikan.

 

Pada langkah ini, fokusnya adalah “mencari ide sebanyak mungkin”. Jadi, masalah bila beberapa model bisnis yang Anda temukan terlihat seperti ide yang 'buruk'.

 

Setelah Anda mendapatkan cukup banyak ide untuk model bisnis, barulah Anda bisa melakukan evaluasi terhadap model-model bisnis tersebut. Lalu, Anda boleh mengeliminasi sejumlah model bisnis yang dirasa kurang relevan dengan perusahaan yang akan dibangun.

 

Perlu diingat bahwa model bisnis yang Anda pilih akan mempengaruhi segala faktor ekonomis, seperti strategi pricing, cost of selling, biaya pemasaran, biaya operasional, biaya SDM (gaji pegawai), dan setup cost (membangun website atau media sosial perusahaan). Dalam hal ini, Anda harus memastikan bahwa skema budgeting pada model bisnis yang dipilih sudah sesuai dengan rencana keuangan perusahaan.

 

model bisnis, 7 model bisnis startup, tips memilih model bisnis, pentingnya model bisnis, model bisnis marketplace, model Bisnis on-demand, model bisnis subscription, model bisnis freemium

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi