6 Faktor Pengaruh Tingkat Konsumsi Masyarakat



Kegiatan konsumsi adalah upaya yang dilakukan oleh setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan pangan ataupun non pangan sehingga terciptalah kepuasan dan kesejahteraan hidup. Konsumsi juga dapat diartikan sebagai pemakaian atau penggunaan barang dan jasa oleh suatu rumah tangga. Dapat disimpulkan bahwa, konsumsi adalah suatu kegiatan pemakaian manfaat atau nilai guna dari barang dan ataupun jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Berikut merupakan pengertian konsumsi menurut para ahli:

N. Gregory Mankiw
Konsumsi adalah suatu kegiatan pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga. Barang tersebut meliputi pembelanjaan rumah tangga pada barang yang tahan lama seperti kendaraan, alat rumah tangga, dan barang tidak tahan lama seperti makanan, pakaian. Sedangkan jasa meliputi barang yang tidak berwujud seperti perawatan rambut layanan komunikasi, dan lain sebagainya

Franco Modigliani
Franco mengemukakan bahwa besarnya nilai konsumsi tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan, namun juga bergantung pada jumlah aset yang dimiliki, dimana kekayaan ini dapat dihasilkan melalui tabungan, investasi, penyisihan pendapatan, warisan, dan lain sebagainya.


Tentunya ada banyak faktor yang menjadi pengaruh tingkat konsumsi masyarakat dalam suatu negara, secara garis besar faktor – faktor ini terbagi menjadi dua bagian, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Cita Rasa atau Selera
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa konsumsi setiap individu berbeda meskipun individu tersebut dalam usia dan pendapatan yang sama, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan selera pada tiap individu.

2. Faktor Sosial Ekonomi
Faktor sosial ekonomi ini meliputi umur, latar belakang pendidikan, dan keadaan keluarga yang juga mempunyai pengaruh terhadap tingkat pengeluaran konsumsi. Pendapatan akan tinggi pada kelompok umur muda dan mencapai puncaknya pada umur pertengahan dan akhirnya turun pada umur tua atau lanjut.

3. Tingkat Kekayaan atau Pendapatan
Kekayaan secara eksplisit maupun implisit sering dimasukan dalam fungsi agregat sebagai faktor yang menentukan konsumsi. Seperti dalam pendapatan permanen yang dikemukakan oleh Friedman, Albert Ando dan Franco Modigliani menjelaskan bahwa hasil bersih dari suatu kekayaan merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan konsumsi. Beberapa ahli ekonomi yang lain memasukan aktiva lancar sebagai komponen kekayaan sehingga aktiva lancar memainkan peranan yang penting pula dalam menentukan konsumsi.

4. Keuntungan atau Kerugian Capital
Keuntungan capital yaitu dengan naiknya hasil bersih dari kapital akan mendorong peningkatan konsumsi. Di samping itu, dengan adanya kerugian kapital akan mengurangi jumlah konsumsi.

5. Tingkat Bunga
Para ahli ekonomi klasik beranggapan bahwa konsumsi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Khususnya mereka percaya bahwa tingkat bunga mendorong tabungan dan mengurangi konsumsi. Tingat harga Sejauh ini dianggap konsumsi riil merupakan fungsi dari pendapatan riil. Oleh karena itu naiknya pendapatan nominal yang disertai dengan naiknya tingkat harga dengan proposisi yang sama tidak akan merubah konsumsi riil.

6. Gaya Hidup
Tidak jarang kita temui, ada banyak individu yang memiliki gaya hidup konsumtif. Perilaku konsumtif ini tidak hanya terjadi pada orang-orang yang memiliki tingkat pendapatan yang tinggi tetapi juga pada orang-orang berpendapatan rendah. Konsumen yang konsumtif percaya bahwa dengan gaya hidup yang menunjukkan personal branding yang lebih berkelas karena memiliki kemampuan dalam membeli barang ekonomi.

 

 


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi