Apa itu Manajemen? Berikut Penjelasannya Lengkapnya!

Sebagian besar dari Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah manajemen. Terlebih, jika Anda merupakan seorang pengusaha. Ilmu manajemen adalah sebuah bidang keilmuan yang penting dalam kehidupan manusia. Lantas, bagaimana jika manajemen tersebut diterapkan dalam suatu perusahaan atau organisasi? Apa sajakah unsur-unsur penting di dalamnya?

an image

 

Pengertian Manajemen

Istilah manajemen biasanya identik dengan dunia bisnis atau organisasi. Manajemen adalah suatu bidang ilmu dibutuhkan dalam memudahkan pencapaian tujuan pribadi atau organisasi. Selain itu, manajemen juga sangat diperlukan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kinerja suatu perusahaan. Lalu, apa definisi dari manajemen itu sendiri?

 

Pengertian Manajemen Menurut para Ahli

Ada banyak pengertian tentang manajemen yang didefinisikan oleh para ahli. Menurut Mary Parker Follet, manajemen adalah seni untuk pekerjaan melalui orang lain. Dalam hal ini, manajemen diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mengarahkan bawahan atau orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya tujuan tertentu.

Baca Juga:
Ini Dia Proses Peramalan (Forecasting) Kebutuhan SDM Perusahaan!
Manajemen SDM: Kebijakan dan Praktiknya dalam Perusahaan!
Kepemimpinan Transaksional vs. Transformasional, Pilih Mana?
Meramal Kebutuhan Tenaga Kerja di Masa Depan lewat Manajemen SDM!

 

Berbeda dengan pengertian tersebut, George R. Terry mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Senada dengan Terry, menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah sebuah proses perencanaan, proses organisasi, proses koordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

 

Pengertian Manajemen Secara Umum

Istilah manajemen berasal dari kata bahasa inggris ‘manage’ yang memiliki arti mengatur, merencanakan, mengelola, mengusahakan, dan memimpin. Secara umum, manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang dalam mengatur kegiatan yang dikerjakan secara individu atau kelompok.

Baca Juga:
Inne Rachma Hardjanto: Kisah Sukses Diaspora Indonesia di Eropa
Cristiano Ronaldo, Mungkinkan Ini Alasan CR7 Pindah ke Italia?
Penting! Fungsi dan Tujuan Manajemen SDM bagi Perusahaan
Manajemen SDM: Kebijakan dan Praktiknya dalam Perusahaan!

 

Manajemen diterapkan dalam rangka memenuhi target yang akan dicapai. Dalam mencapai target tersebut, perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pelaksana, dan tujuan menjadi unsur penting yang ada di dalam manajemen. Dengan demikian, dapat dikatakan pula bahwa manajemen adalah seni mengatur dan merencanakan sesuatu guna mencapai tujuan tertentu.

 

Fungsi Manajemen

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, manajemen adalah sebuah seni mengatur untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai target tersebut, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan ini diwujudkan dalam 5 fungsi manajemen dengan rincian sebagai berikut.

 

1. Fungsi Perencanaan

Perencanaan dalam manajemen adalah hal pertama yang wajib dilakukan sebelum Anda memulai usaha. Dalam hal ini, Anda membutuhkan manajemen untuk menyusun rencana dan strategi awal dalam memulai kegiatan usaha. Dengan adanya perencanaan, Anda dapat mengevaluasi segala kegiatan dengan mudah. Tanpa adanya perencanaan yang matang, tujuan dari kegiatan manajemen itu tidak akan tercapai.

 

2. Fungsi Pengorganisasian

Pengorgasisasian dalam manajemen adalah fungsi yang berkaitan dengan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Fungsi manajemen ini diperlukan untuk mengatur bisnis Anda. Dalam menjalankan fungsinya, manajemen akan membantu menetapkan tugas-tugas dan membagikannya sesuai dengan jabatan masing-masing. Setiap orang pun harus bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan.

 

3. Fungsi Penetapan Staf

Fungsi penetapan staf dalam manajemen adalah fungsi untuk merekrut dan menempatkan tenaga kerja yang sesuai bagi perusahaan, baik di tingkat manajerial maupun nonmanajerial. Hal ini melibatkan proses perekrutan, pelatihan, pengembangan, kompensasi, dan evaluasi tenaga kerja yang tepat. Dengan penempatan yang sesuai, proses pencapaian tujuan pun dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

 

4. Fungsi Pengarahan

Setelah pembagian tugas berdasarkan jabatan masing-masing, fungsi selanjutnya yang perlu dijalankan dalam manajemen adalah pengarahan atau actuating. Pengarahan dibutuhkan agar meminimalkan resiko terhambatnya sebuah rencana sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik. Pengarahan dapat dilakukan dengan cara membimbing, memberikan konsultasi terkait tugas, dan memberikan motivasi.

 

5. Fungsi Pengontrolan

Pengontrolan dalam manajemen adalah kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa aktivitas usaha tidak menyimpang dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Fungsi pengontrolan diperlukan agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik dan efektif. Kegiatannya terdiri dari menetapkan standar untuk kinerja kerja, mengukur kinerja dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan, dan mengambil tindakan korektif untuk memperbaiki penyimpangan apa pun.

 

Karakteristik Manajemen

Sebagai pemilik usaha, memahami karakteristik manajemen adalah hal penting yang harus Anda lakukan. Karakteristik ini nantinya dapat menjadi gambaran mengenai konsep manajemen yang sesungguhnya. Ada beberapa karakteristik manajemen yang perlu Anda ketahui. Berikut adalah ulasannya.

 

  1. Universal: Manajemen adalah bidang yang memiliki sifat universal. Artinya, setiap badan usaha atau organisasi, baik bersifat profit atau nonprofit tentu memerlukan manajemen untuk mengelola aktivitas mereka.

  2. Berorientasi pada tujuan: Setiap bisnis atau organisasi dibentuk dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya, manajemen akan membantu mencapai tujuan tersebut dengan tepat waktu.

  3. Proses berkelanjutan: Manajemen bekerja dengan menjalankan serangkaian fungsi secara berkelanjutan. Fungsi-fungsi ini juga harus dilakukan sepanjang waktu secara bersamaan.

  4. Multidimensional: Manajemen adalah aktivitas multidisiplin karena tidak hanya terbatas pada administrasi, tetapi juga mengelola pekerjaan, proses, dan operasi atau proses produksi.

  5. Kegiatan kelompok: Suatu organisasi terdiri dari berbagai anggota yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya kerja sama, manajemen tidak dapat menjalankan fungsinya.

  6. Fungsi dinamis: Suatu organisasi atau badan usaha biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sosial, politik, hukum, teknologi, dan ekonomi. Perubahan yang diakibatkan faktor-faktor ini akan memengaruhi pertumbuhan dan kinerja organisasi. Untuk mengatasi perubahan ini, manajemen harus dapat berfungsi dinamis dalam rangka merumuskan strategi dan mengimplementasikannya.

  7. Kekuatan tidak berwujud: Manajemen tidak dapat dilihat atau disentuh. Namun, Anda dapat merasakan keberadaan dan hasilnya secara fungsional.

 

Apa itu Unsur 5M dalam Manajemen?

Dalam manajemen, dikenal pula istilah 5M. 5M dalam manajemen adalah unsur-unsur yang dibutuhkan agar kinerja manajemen dalam kegiatan bisnis dapat berjalan dengan lancar. Setiap unsur yang ada harus saling melengkapi dan diposisikan setara. Lalu, apa saja unsur 5M dalam manajemen?

 

1. Manpower (Kepegawaian atau Tenaga Kerja)

Dalam kegiatan manajemen, tenaga kerja dibutuhkan untuk melakukan pengoperasian sehingga memiliki peranan penting. Dengan manajemen manusia, tenaga kerja yang ada dapat menyalurkan idenya dengan baik sehingga dapat berkontribusi dalam memajukan perusahaan. Selain itu, pengaturan manusia di lingkungan kerja bisa menghasilkan tempat yang nyaman dan kondusif karena semua telah memiliki tugasnya masing-masing.

 

2. Materials (Bahan)

Unsur bahan dalam manajemen adalah unsur yang memengaruhi kualitas produk bisnis Anda. Kualitas produk ini dapat memengaruhi citra dan masa depan bisnis Anda. Oleh karena itu, manajemen material diperlukan agar Anda dapat memilih bahan yang tepat dan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

 

3. Mesin

Mesin sebagai unsur manajemen adalah aset fisik yang digunakan untuk membuat produk. Saat ini, sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan mesin untuk memudahkan kegiatan produksinya. Sebelum Anda menggunakan teknologi ini dalam bisnis Anda, pastikan mesin yang dipilih efektif, dapat digunakan dalam jangka waktu panjang, dan harganya terjangkau. Jangan lupa untuk mengelola standar operasional dari mesin tersebut agar tenaga kerja dapat mengoperasikannya dengan baik.

 

4. Menit (Waktu)

Waktu merupakan aset yang paling berharga sehingga memerlukan manajemen yang baik. Dalam manajemen, unsur ini berkaitan dengan cara suatu bisnis merencanakan dan mengelola waktu yang dimiliki untuk berbagai aktivitas bisnis. Unsur ini perlu diperhatikan agar Anda dapat memaksimalkan produktivitas dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

5. Money (Keuangan)

Keuangan pada dasarnya adalah unsur yang menjadi landasan dari setiap aktivitas yang dijalankan. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen keuangan yang baik dalam sebuah bisnis. Hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, seperti biaya operasional, modal, pengelolaan, dan lainnya harus digarap secara efektif dengan manajemen keuangan yang tepat.

 

Perbedaan Gaya Manajemen yang Baik dan yang Buruk

Gaya manajemen adalah prinsip-prinsip yang terdiri dari metode, kemampuan, dan teknik yang digunakan oleh manajer dalam menangani situasi tertentu. Hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang manajer saat merencanakan, mengatur, membuat keputusan, mendelegasikan, hingga mengatur bawahannya.

 

1. Gaya Manajemen yang Baik

Berikut adalah beberapa gaya manajemen yang bisa Anda ikuti.

  1. Visioner: Manajer dengan gaya ini akan mengkomunikasikan visi dan strategi tim secara terbuka dengan timnya. Setelah visi dan strategi diterapkan, manajer visioner biasanya akan membiarkan karyawannya bekerja sesuai dengan cara mereka sendiri.

  2. Demokratis: Manajer akan membiarkan karyawan mereka berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan karena mereka menghargai keragaman gagasan tim mereka.

  3. Transformasional: Manajer transformasional adalah inovator. Mereka biasanya percaya bahwa perubahan dan pertumbuhan adalah satu-satunya cara untuk tetap maju. Gaya manajemen ini akan memotivasi karyawan untuk meningkatkan standar yang mengarah pada peningkatan kinerja tim.

  4. Pelatih: Manajer dengan gaya ini akan berusaha untuk meningkatkan perkembangan karyawan mereka. Mereka biasanya memiliki hasrat untuk mengajarkan sesuatu dan mengawasi perkembangan karyawannya.

 

2. Gaya Manajemen yang Buruk

Di bawah ini adalah contoh gaya manajemen buruk yang harus Anda hindari.

  1. Autokratis: Manajer dengan gaya ini biasanya akan membuat keputusan tanpa memperhitungkan pendapat timnya. Jika salah satu karyawan tidak mengikuti perintah, manajer akan mengancam, mempermalukan, atau bahkan mengusir karyawan tersebut.

  2. Menghamba: Gaya ini dilakukan dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan di atas hasil kerja mereka. Manajer dengan gaya ini akan menghabiskan waktu melakukan pendekatan dengan karyawan untuk memotivasi mereka sehingga tidak ada tekanan untuk meningkatkan kinerja.

  3. Laissez-faire: Manajer dengan gaya ini pada dasarnya memantau aktivitas tim mereka, tetapi tidak secara proaktif membantu timnya. Pada akhirnya, tim tersebut mungkin akan kehilangan arah dan tidak dapat mencapai target yang ditentukan.

  4. Transaksional: Gaya manajemen ini diterapkan dengan menggunakan insentif atau hadiah untuk memotivasi tenaga kerja untuk melaksanakan perintah. Berdasarkan penelitian psikologis, gaya ini tidak efektif untuk diterapkan dalam jangka panjang karena dapat mengurangi motivasi untuk berhasil.

 

20 Jenis Manajemen

Secara umum, ada berbagai jenis manajemen dalam kegiatan usaha. Jenis-jenis digolongkan berdasarkan ciri khas dan fokus bidang yang ingin dicapai. Setidaknya, ada 20 jenis manajemen yang umumnya perlu Anda ketahui. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

 

1. Manajemen Strategis

Dalam perusahaan, manajemen strategis memiliki jabatan yang tinggi karena tugasnya yang fundamental. Manajemen strategis berada di jajaran eksekutif yang tugasnya membuat perencanaan, melakukan analisis, dan menyusun strategi yang matang. Dengan adanya manajemen strategis, perusahaan bisa berjalan dengan lancar sambil mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan.

 

2. Manajemen Penjualan

Setiap kebijakan dan aktivitas dalam perusahaan tentu membutuhkan panduan serta aturan, tak terkecuali penjualan. Manajemen penjualan pada dasarnya berkaitan dengan kebijakan yang mengatur jual beli. Tidak hanya itu, jenis manajemen ini juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang maksimal.

 

3. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah kegiatan manajemen yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana cara mewujudkan kebutuhan tersebut. Pekerjaan manajemen ini tidak hanya berkutat pada marketing produk dan jasa. Pada praktiknya, manajemen ini diharapkan dapat membuat strategi pemasaran, merencanakan produk, menetapkan merek, hingga menentukan target pasar.

 

4. Hubungan Masyarakat

Manajemen hubungan masyarakat dilakukan dengan mengatur komunikasi yang baik antara organisasi dengan masyarakat. Pengelolaan hubungan masyarakat yang baik perlu dilakukan agar perusahaan dapat berkembang. Selain itu, perusahaan yang menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat akan mudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat itu sendiri terhadap usaha yang dijalankan.

 

5. Manajemen Operasi

Manajemen operasi berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan bekerja secara operasional. Dengan menggunakannya, Anda dapat mengatur bagaimana perusahaan berjalan dengan lancar. Tidak hanya mencakup kegiatan operasional, jenis manajemen ini juga berkaitan dengan manajemen retail dan manajemen manufaktur.

 

6. Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasokan adalah upaya distribusi aliran barang dan jasa yang mencakup segala proses perubahan dari bahan mentah menjadi produk akhir. Jenis manajemen ini pada dasarnya hampir sama dengan manajemen penjualan. Bedanya, manajemen rantai pasokan lebih berfokus pada proses jual belinya, sedangkan manajemen penjual berfokus pada hasil akhir.

 

7. Manajemen Pengadaan

Manajemen pengadaan adalah suatu proses yang menjamin tersedianya barang maupun jasa dari luar yang dibutuhkan. Fungsi pengadaan adalah menyediakan sejumlah bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi. Bahan baku harus tersedia dalam jumlah yang cukup dengan standar mutu yang sudah ditetapkan.

 

8. Manajemen Keuangan & Akuntansi

Manajemen keuangan dan akuntansi memiliki wewenang untuk mengelola setiap proses yang dilakukan oleh tim keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan dilakukan untuk mengatur semua proses terkait dengan anggaran yang dimiliki perusahaan. Dengan demikian, keuntungan bisa dimaksimalkan dan pengeluaran dapat ditekan.

 

9. Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia atau manajemen SDM sering disebut sebagai manajemen personalia atau manajemen tenaga kerja. Manajemen jenis ini bertanggung jawab pada pengelolaan SDM. Di dalamnya, terdapat berbagai upaya untuk merekrut, melatih, memberi kompensasi, memberi penghargaan, hingga memastikan setiap entitas di perusahaan memiliki kinerja yang baik.

 

10. Manajemen Teknologi Informasi

Dewasa ini, setiap perusahaan membutuhkan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, perlu adanya manajemen yang mengatur tentang pemanfaatan teknologi dan informasi yang baik dalam kegiatan usahanya. Tidak hanya dari segi pemanfaatannya, manajemen ini juga berkaitan dengan pengelolaan teknologi informasi agar dapat dimaksimalkan sesuai kebutuhan.

 

11. Manajemen R&D

Research and development adalah aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan ketika sedang berinovasi menciptakan produk atau layanan baru. Aktivitas ini pun harus didukung oleh manajemen yang baik untuk mengelola hal yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan. Pengelolaannya pun tidak jauh dari kebijakan atas aktivitas tersebut dan bagaimana setiap upaya yang dilakukan telah sesuai dengan visi misi perusahaan.

 

12. Manajemen Rekayasa

Manajemen rekayasa memiliki wewenang untuk mengelola aplikasi atau hal teknis yang digunakan perusahaan untuk mengembangkan produk, manufaktur, dan konstruksi. Dengan demikian, rekayasa tersebut dilakukan sebagai langkah kreatif untuk meningkatkan keberlangsungan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

 

13. Manajemen Program

Jenis manajemen selanjutnya adalah manajemen program. Tugas utama dari manajemen ini adalah mengawasi pengelolaan portofolio proyek yang akan dijalankan perusahaan. Tujuan utama dari manajemen program adalah memastikan rancangan proyek tersebut telah sesuai dengan tujuan dan visi misi perusahaan.

 

14. Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah proses ataupun metode pelaksanaan suatu kegiatan proyek, mulai dari membuat rancangan hingga penyelesaian. Tugas dari manajemen ini terbilang lebih luas karena berkaitan dengan keseluruhan perusahaan. Adapun tugas dari manajemen proyek berkaitan dengan perencanaan, organisasi, kontrol, dan segala upaya yang dilibatkan dalam proses pengelolaan proyek di sebuah perusahaan.

 

15. Manajemen Risiko

Setiap usaha tentu tidak terlepas dari risiko bisnis. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk menghindari segala hal risiko yang bisa terjadi. Upaya-upaya ini dapat dirancang melalui manajemen risiko. Dalam praktiknya, tugas utama manajemen ini adalah memastikan bahwa setiap risiko telah dikelola dengan baik sehingga nantinya bisa dihindari atau dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

 

16. Manajemen Perubahan

Manajemen perubahan memiliki fungsi mengelola seluruh perubahan yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal ini dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur untuk membuat sistem yang lebih baik lagi. Manfaat dari pengelolaan tersebut tidak lain untuk memperkecil dampak yang diterima perusahaan dari perubahan yang terjadi.

 

17. Manajemen Kualitas

Manajemen kualitas adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk memastikan kualitas barang atau jasa yang diproduksi. Manajemen ini pada dasarnya berfungsi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, pengelolaan ini dilakukan dengan cara mengedepankan kepuasan pelanggan untuk memperoleh kesuksesan jangka panjang.

 

18. Manajemen Inovasi

Inovasi adalah hal yang banyak terjadi dalam dunia bisnis. Inovasi diperlukan untuk membuat perusahaan menjadi lebih unggul. Tak hanya itu, inovasi akan membuat produk jadi lebih unik dan dikenal oleh masyarakat luas. Melihat pentingnya inovasi dalam bisnis, perusahaan tentu membutuhkan manajemen inovasi untuk membuat produk dan jasanya menjadi lebih unik lagi sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.

 

19. Manajemen Desain

Dalam mengoptimalkan keuntungan perusahaan, manajemen desain juga sangat diperlukan untuk menarik perhatian calon pelanggan. Seseorang yang memiliki tugas di bidang tersebut harus mampu untuk membuat desain kemasan produk yang unik serta memastikan desain tersebut dapat diterima di masyarakat dan menarik perhatian konsumen.

 

20. Manajemen Fasilitas

Jenis manajemen yang terakhir adalah manajemen fasilitas. Manajemen jenis ini diterapkan untuk mengelola seluruh sarana dan prasarana yang ada dan memastikan bahwa semuanya bisa memberikan manfaat kepada perusahaan. Dengan demikian, sarana dan prasarana yang tersedia ini dapat menunjang kebutuhan karyawan. Jika fasilitasnya terjamin, maka tingkat produktivitas perusahaan tentu akan bertambah.

 

Kesimpulan

Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang dalam mengatur kegiatan yang dikerjakan secara individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen pada dasarnya merupakan bidang keilmuan yang penting di kehidupan manusia. Hampir seluruh aktivitas yang dilakukan oleh manusia pasti dipengaruhi oleh penerapan dari ilmu manajemen, tak terkecuali dalam kegiatan usaha.

 

Sebagai bidang yang identik dengan dunia bisnis, Anda perlu menerapkan manajemen dengan tepat berdasarkan fungsi manajemen yang ada. Dengan penerapan manajemen yang baik, perusahaan Anda dapat membuat perencanaan dan strategi bisnis yang tepat serta mendayagunakan seluruh aspek pendukung berupa SDM, aset, dan finansial. Dengan demikian, perusahaan pun dapat memperoleh hasil maksimal dengan biaya atau usaha seminimal mungkin.

 

Di samping manajemen yang baik, proses akuntansi dalam pembukuan juga harus dilakukan secara akurat. Sebab, sama halnya dengan manajemen, pembukuan dan laporan keuangan juga berpengaruh terhadap pengambilan keputusan perusahaan, seperti menentukan strategi pemasaran yang tepat dan merencanakan pendayagunaan aset perusahaan secara maksimal.


 

manajemen adalah

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi