Sociopreneur: Definisi, Keuntungan, Karakter, Tokoh, dan Tips untuk Mewujudkannya

Salah satu istilah yang kerap disebut belakangan ini adalah socialpreneur. Tak sedikit selebgram, public figure, maupun influencer yang menyebut istilah tersebut dalam konten-konten mereka. Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan sociopreneur itu? Apa pula keuntungan yang didapatkan apabila seseorang berhasil meraih status tersebut? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda temukan dalam artikel ini.

an image

Apa yang Dimaksud dengan Sociopreneur?

Secara singkat, sociopreneur adalah kependekan dari social entrepreneurship (wirausaha sosial). Namun, apabila ditengok dari definisi yang lebih lengkap, yakni secara istilah, sociopreneur adalah orang yang mempunyai visi dan misi yang kuat serta bertekad untuk bisa membuat perubahan secara sistematis atau terstruktur.

 

Seorang sociopreneur akan mendirikan wirausaha berbasis bisnis yang tujuan utamanya adalah untuk menaikkan taraf hidup masyarakat kelas bawah agar dapat berada di tingkatan yang lebih baik lagi atau sejahtera. Mereka ingin memberikan social impact (dampak sosial) yang besar dan berguna untuk membuat kehidupan masyarakat kelas bawah menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada siapapun.

 

Baca Juga:
Penyebab Kejatuhan KAP Top Dunia: Arthur Andersen!
5 Rekomendasi KAP di Jakarta, Lengkap dengan Alamat dan Kontaknya!
Skandal Top Tier Maskapai Penerbangan Indonesia: Fraud Garuda Indonesia
Industri Kecil Menengah dan Usaha Kecil Menengah: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya

Keuntungan Menjadi Sociopreneur

Dengan menjadi seorang sociopreneur, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh. Keuntungan yang paling jelas adalah seorang sociopreneur tetap dapat membuat sebuah bisnis yang menghasilkan laba, tetapi sekaligus juga beramal. Dengan begitu, kebaikan yang dirasakan tidak hanya akan terasa di kehidupan duniawi, tetapi juga di akhirat.

 

Selain itu, seorang sociopreneur juga dapat menjadi penolong dan memberikan banyak manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. Manfaat tersebut dapat membuat orang lain merasa terbantu dan tertolong hidupnya. Hal itu barang tentu akan membuat citra dari sang penolong di masyarakat menjadi lebih terpandang dan mendapatkan simpati dari banyak orang.

 

Baca Juga:
Penyebab Kejatuhan KAP Top Dunia: Arthur Andersen!
4 Merek ini Melakukan Branding Bisnis dengan Ciri Khas Negara Lain!
Skandal Top Tier Maskapai Penerbangan Indonesia: Fraud Garuda Indonesia
Pungutan Liar dan Retribusi Parkir: Pengunjung Minimarket Harusnya Parkir Gratis!

5 Karakter Sociopreneur dalam Berbisnis

Dalam melakukan bisnis, sociopreneur pastilah mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan pebisnis lain. Seorang sociopreneur mempunyai lima macam karakter dalam berbisnis. Kelima karakter ini tidak dapat dipisahkan dari seorang sociopreneur. Jika seseorang berani menyebut diri mereka dengan istilah tersebut, maka orang tersebut dipastikan wajib mempunyai karakter-karakter ini. Apa sajakah itu?

 

1. Berpusat pada misi sosial

Seorang sociopreneur akan memusatkan segenap perhatiannya pada misi sosial dan menolong masyarakat yang membutuhkan. Mereka ingin segala macam isu sosial yang ada bisa segera terselesaikan dan ditemukan solusi pemecahannya. Jika Anda ingin menjadi seorang sociopreneur, Anda harus memiliki karakter yang satu ini.

 

2. Tenggang rasa yang tinggi

Para sociopreneur pasti memiliki tenggang rasa dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Mereka tidak akan tega jika melihat orang lain merasa kesusahan dan memerlukan uluran tangan. Maka dari itu, dengan seluruh kemampuan, seorang sociopreneur pasti akan bersedia untuk memberikan bantuan. Bantuan itu pun mereka berikan dengan senang hati dan murni diniatkan untuk menolong orang lain.

 

3. Memberikan dampak sosial yang besar

Dampak sosial yang dihasilkan oleh suatu kegiatan dari sociopreneur pasti akan terasa ke banyak lapisan kehidupan. Jangkauannya tidak cuma terasa ke daerah-daerah perkotaan saja, tetapi juga ke pelosok yang selama ini mungkin jarang mendapatkan perhatian. Berkat tindakan yang satu ini, seorang sociopreneur pasti akan mendapatkan banyak apresiasi dan pujian dari masyarakat.

 

4. Penuh inovasi dan kreativitas yang tinggi

Seorang sociopreneur mesti dapat menciptakan berbagai jenis inovasi yang tak pernah terpikirkan oleh orang lain. Tak hanya itu saja, mereka juga dituntut untuk memiliki daya kreativitas yang tinggi. Sebab, tanpa dua unsur tersebut, mereka tak akan mungkin mampu membantu orang lain dan memberikan social impact berskala masif.

 

5. Menerima feedback dengan lapang dada

Setiap kritikan dan feedback apa pun yang diperoleh haruslah diterima dengan jiwa terbuka oleh seorang sociopreneur. Hal itu akan memberikan banyak dampak positif bagi keberlangsungan bisnis mereka di masa mendatang.

 

4 Tokoh Sociopreneur

Di Indonesia, ada empat tokoh sociopreneur yang namanya sudah tidak begitu asing lagi. Mereka adalah orang-orang yang berjasa besar dalam memberikan bantuan dan mengulurkan tangan mereka kepada siapa pun yang dirasa memerlukan pertolongan. Jasa-jasa mereka terhadap negeri ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Siapa sajakah mereka?

 

1. Masril Koto

Masril Koto adalah seorang petani yang mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Sumatera Barat pada 2007 lalu. Misinya adalah membuat kehidupan para petani di daerah asalnya menjadi lebih sejahtera. Untuk mencapai itu, ia lantas menciptakan inovasi produk tabungan, misalnya tabungan pendidikan anak, tabungan persalinan, dan lain-lain.

 

2. Dea Valencia

Dea Valencia adalah lulusan Universitas Multimedia Nusantara yang bercita-cita membawa batik ke pasar internasional. Uniknya, ia memilih untuk bekerja sama dengan kaum difabel demi mewujudkan impian tersebut. Saat ini, bisnisnya sudah berhasil mencapai kesuksesan dan produk batik yang ia buat bersama kaum difabel telah dijual sampai ke luar negeri.

 

3. Muhammad Abdul Karim

Muhammad Abdul Karim merupakan Direktur Eksekutif dari sebuah komunitas yang bergerak di bidang volunteering dan community development bernama Sahabat Pulau. Tujuan dibentuknya organisasi tersebut adalah memberdayakan wanita pesisir dan memberikan solusi atas segala permasalahan yang menimpa generasi muda di Indonesia.

 

4. Agis Nur Aulia

Agis Nur Aulia adalah seorang sarjana muda bergelar cumlaude dari Universitas Gadjah Mada yang secara gencar terjun di bidang pertanian. Ia menggarap pertanian terpadu serta memberikan kampanye kepada generasi muda untuk mencintai kegiatan bertani. Agis pun menjadi perintis dari usaha peternakan domba, kambing etawa, dan sapi perah sebagai upayanya untuk terus berkontribusi di bidang swasembada pangan.

 

4 Tips Menjadi Seorang Sociopreneur

Dari beberapa tokoh sociopreneur di atas, ada beberapa tips yang dapat kita ambil sebagai bekal untuk bisa menjadi seperti mereka. Tips-tips ini didapatkan setelah mempelajari tindakan oleh para sociopreneur terkenal. Untuk dapat menjadi seperti mereka, ada baiknya apabila Anda turut memerhatikan beberapa tips berikut ini. Apa sajakah itu?

 

1. Mengangkat isu yang dimengerti

Seorang sociopreneur yang baik pastilah akan mengangkat sebuah isu permasalahan yang telah sepenuhnya mereka mengerti. Jika mereka merasa belum terlalu memahami permasalahan yang ada, maka mereka tidak mungkin akan mengangkat isu tersebut. Dengan begitu, bisnis sosial mereka tidak akan berhenti di tengah jalan ataupun dilakukan secara setengah-setengah.

 

2. Melakukan riset

Melakukan riset sebelum memutuskan untuk terjun di suatu bidang merupakan tindakan yang wajib dilakukan dan tidak boleh dianggap sepele. Dengan riset yang mendalam, kita jadi bisa lebih matang dalam menentukan target pasar, pihak untuk diajak berkolaborasi, dan sebagainya. Kita tidak akan mudah terkecoh karena pengetahuan yang minim akan suatu bidang.

 

3. Menjalankan bisnis yang transparan

Sebab bisnis yang dilakukan berjenis sosial, maka apapun yang dilaksanakan mesti dilaporkan secara terbuka dan transparan. Hal itu dilakukan agar tidak ada trust issue atau kurangnya kepercayaan dari pihak yang diajak untuk bekerja sama. Toh, kepercayaan merupakan suatu hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap pelaku bisnis.

 

4. Memanfaatkan teknologi

Saat ini, kita hidup di sebuah zaman yang sudah canggih dan mengalami banyak kemajuan di bidang teknologi. Maka dari itu, tak ada salahnya untuk memanfaatkan hal tersebut ke dalam bisnis sosial yang dijalankan. Gunakan aplikasi-aplikasi seperti Instagram, Twitter, dan lain-lain dalam usaha untuk memasarkan produk kita. Dengan begitu, manfaatnya pasti akan terasa dan sangat memudahkan.

 

sociopreneur, sociopreneur adalah

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi