Apa itu Harga Pokok Penjualan dan Pentingnya untuk Perusahaan

Harga pokok penjualan adalah salah satu hal yang cukup melekat pada perusahaan. Bagi Anda yang sudah berpengalaman dalam dunia bisnis, maka pasti Anda sudah familiar dengan istilah tersebut. Akan tetapi, barang tentu masih banyak pula orang yang tidak mempunyai pengetahuan sama sekali mengenai harga pokok penjualan. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang pentingnya harga pokok penjualan bagi perusahaan.

an image

 

Apa itu Harga Pokok Penjualan?

Jika mengacu pada definisi dari prinsip akuntansi Indonesia, harga pokok penjualan adalah jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa di dalam kondisi dan tempat di mana barang itu dapat dijual atau digunakan. Namun, secara singkat, istilah yang kerap disingkat menjadi HPP itu dapat diartikan sebagai jumlah segala jenis pengeluaran yang dapat menghasilkan jasa atau produk, seperti, biaya produksi, impor, dan lain-lain.

 

Pentingnya Menghitung Harga Pokok Penjualan untuk Perusahaan

Harga pokok penjualan adalah sebuah aktivitas yang harus dilaksanakan secara rutin oleh setiap perusahaan. Sebab, HPP sejatinya merupakan sesuatu yang penting dan tidak boleh disepelekan begitu saja oleh suatu perusahaan. Dengan menghitung harga pokok penjualan, perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam mematok seberapa besar laba yang ingin dicapai. Tanpa kegiatan hitung-menghitung HPP, perusahaan tersebut jadi akan kesulitan untuk menentukan besar keuntungan sebagai target mereka.

Baca Juga:
Perbedaan Customer, Consumer, dan Client
Inilah Jobdesk Supervisor yang Perlu Anda Ketahui
Surplus vs Defisit Bagi Perekonomian
6 Faktor Pengaruh Tingkat Konsumsi Masyarakat

Selain itu, manfaat lain yang dapat dirasakan akibat rutin menghitung harga pokok penjualan adalah memudahkan dalam menggaji karyawan. Untuk dapat menggaji karyawan, tentu sebuah perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui seberapa banyak keuntungan yang didapat. Kemudian, benefit tersebut akan digunakan lagi dalam segala bentuk kegiatan operasional, yang hasil akhirnya akan digunakan untuk memberikan upah kepada para karyawan. Jadi, dalam hal tersebut, sesungguhnya HPP memegang peranan yang krusial pula.

 

Rumus dan Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan atau HPP Perusahaan Secara Umum

Dalam kegiatan menghitung harga pokok penjualan, diperlukan rumus yang akan digunakan dalam mengolah angka-angka tersebut. Namun, rumus-rumus yang diterapkan sejatinya tidak begitu sulit untuk dan jauh dari kata rumit. Untuk dapat melakukannya, Anda cukup memahami beberapa langkah-langkah yang akan kami jelaskan di bawah ini.

  1. Cara menghitung nilai penjualan bersih = totalkan seluruh nilai penjualan, lalu kurangkan dengan potongan penjualan ataupun retur.

    Baca Juga:
    Perusahaan rintisan tawarkan bantuan laporan pajak
    Bantu Pemerintah, Startup Ini Tawarkan Jasa Penghitungan Pajak
    Platform Konsultanku Optimistis Dorong Penerimaan
    Mau tau cara menghemat pajak bisnis kamu?

  2. Cara menghitung nilai pembelian bersih = jumlahkan pembelian dengan ongkos angkut pembelian, lalu kurangkan dari jumlah retur pembelian dengan potongan pembelian.

  3. Cara menghitung persediaan barang = jumlahkan persediaan awal barang dengan pembelian bersih.

  4. Cara menghitung HPP = jumlahkan pembelian bersih dengan persediaan awal, lalu kurangkan dengan persediaan akhir.

Kemudian, rumus untuk menghitung harga pokok penjualan adalah sebagai berikut:

 

Contoh Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Dagang

Setelah memahami rumus dan langkah-langkah yang harus dilakukan, ada baiknya jika kita langsung mencoba mempraktikkan rumus-rumus tersebut. Dengan begitu, pemahaman Anda mengenai harga pokok penjualan tidaklah sebatas teorinya saja, tetapi Anda juga dapat benar-benar menerapkannya secara langsung. Jadi, coba perhatikan contoh perhitungan HPP dari sebuah perusahaan dagang berikut.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung pembelian bersih:

Setelah itu, barulah kita dapat menghitung HPP dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Komponen dalam Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Selain memiliki rumus, unsur lain yang dimiliki oleh harga pokok penjualan adalah komponen. Dalam menjalankan suatu perusahaan dagang, beberapa komponen ini sama sekali tidak dipisahkan dan mempunyai kaitan yang sangat erat dalam praktik penghitungan harga pokok penjualan itu sendiri. Jadi, apa sajakah komponen-komponen tersebut?

 

Persediaan Awal Barang Dagang

Komponen yang pertama dari harga pokok penjualan adalah persediaan awal barang dagang. Artinya, persediaan yang tersedia di awal periode akuntansi perusahaan. Saldo-saldo yang terdapat pada persediaan awal barang ini dapat diperiksa di neraca saldo selama periode tersebut berjalan. Selain itu, opsi lain untuk memeriksanya adalah melalui neraca saldo di awal perusahaan yang terdata pada tahun sebelumnya.

 

Persediaan Akhir Barang Dagang

Persediaan akhir barang dagang sebenarnya tidak begitu berbeda jauh dibandingkan komponen sebelumnya. Namun, satu hal yang membedakan adalah komponen yang kedua ini tersedia di akhir periode akuntansi perusahaan atau tepatnya pada akhir tahun buku berjalan. Nilai saldo tersebut dapat diketahui pada data penyesuaian perusahaan yang tercantum di akhir periode akuntansi. Untuk dapat menghitungnya, maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih

 

Pembelian Bersih

Komponen ketiga dari harga pokok penjualan adalah pembelian bersih. Bagi Anda yang tidak tahu, pembelian bersih merupakan komponen yang terdiri dari keseluruhan pembelian barang dagang yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk pembelian kredit atau barang tunai. Tak hanya itu saja, pembelian bersih juga menyangkut biaya angkut pembelian yang dikurangi dengan potongan pembelian, serta retur pembelian yang sedang terjadi.

Ada empat unsur yang termasuk ke dalam pembelian bersih, yaitu pembelian kotor, pengurangan harga, retur pembelian, dan potongan pembelian. Dalam melakukan penghitungan, rumus yang digunakan untuk menghitung pembelian bersih adalah sebagai berikut:

Penjualan Bersih

Komponen terakhir dari harga pokok penjualan adalah penjualan bersih. Penjualan bersih merupakan salah satu unsur terpenting dalam hal pendapatan perusahaan. Beberapa unsur yang terdapat pada penjualan bersih adalah retur pembelian, pembelian kotor, pengurangan harga, serta ongkos angkut yang tidak dihitung karena termasuk biaya umum. Rumus untuk menghitung penjualan bersih adalah sebagai berikut:

 

Kesimpulan

Pada intinya, harga pokok penjualan adalah salah satu aspek terpenting dalam pengoperasian suatu perusahaan. Dengan rutin melakukan penghitungan HPP, setiap perusahaan akan mendapatkan banyak manfaat yang dapat memudahkan segala macam kegiatan badan usaha tersebut.

 

Penghitungan harga pokok penjualan sendiri sejatinya tidak sulit untuk dilakukan, selama Anda memperhatikan langkah-langkah dan segala macam rumusnya dengan baik. Jika tidak, maka otomatis penghitungan Anda akan mengeluarkan hasil yang salah, dan perusahaan Anda justru akan mendapatkan kerugian alih-alih keuntungan. Oleh sebab itu, agar Anda dapat makin memahami segala macam hal mengenai produk akuntansi dan laporan keuangan, selalu ikuti tulisan-tulisan dari Konsultanku.

 

harga pokok penjualan adalah

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi