Pesatnya Pertumbuhan Layanan Keuangan Digital, Bukti COVID-19 Tak Melulu Soal Dampak Negatif

Berbanding terbalik dengan pertumbuhan perekonomian nasional yang lebih sering loyo, layanan keuangan digital di Indonesia justru berkembang sedemikian pesat sejak pandemi COVID-19 merebak pada pertengahan 2019 yang lalu.

an image

 

Perkembangan Layanan Keuangan Digital

Aldrin Herwany, Chief Economist Digital Banking Institute bahkan memprediksi bahwa pertumbuhan ini akan terus meningkat di 2021. Perkembangan digital financial, katanya, tak terlepas dari implementasi berbagai kebijakan pemerintah sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Sebut saja fenomena work from home dan physical distancing yang dinilainya memicu penurunan aktivitas transaksi secara offline. Sebaliknya, mobilitas transaksi online semakin ramai dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat.

 

“Adanya PSBB dan physical distancing menghadirkan solusi alternatif melalui inovasi transaksi tanpa tatap muka, dan perluasan akseptasi ekosistem digital financial,” ujarnya. Atas alasan-alasan inilah, sejak 2020 terjadi peningkatan besar pada perkembangan layanan keuangan digital seperti mobile banking, top up e-wallet, hingga transaksi e-commerce.

 

 

Baca Juga: M-Pajak, Aplikasi Besutan DJP yang Mempermudah Urusan Perpajakan


 

Selain itu, Indonesia juga mempunyai potensi konsumsi digital yang tinggi. Negara kita memang memiliki struktur demografi yang didominasi oleh generasi milenial ‘melek teknologi’. Generasi yang disebut ‘milenial’ ini memang terkenal dengan angka penetrasi internet yang tinggi serta durasi penggunaan mobile phone yang tidak main-main.


 

Harus Dibarengi dengan Keamanan Pengguna Layanan

Namun, terlepas dari segala kemudahan yang didapatkan dari layanan keuangan digital, kenyamanan pengguna tetap harus dinomorsatukan. Tentu tidak nyaman jika kita dapat menikmati segala kemudahan layanan keuangan digital, tetapi data-data pribadi milik kita tidak terjamin keamanannya.

 

Untuk itu, OJK lewat Wakil Ketua Dewan Komisionernya, Nurhaida berkata bahwa Otoritas Jasa Keuangan kini lebih banyak dan fokus meregulasi para Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk mengedepankan mitigasi risiko dan pengembangan inovasi dalam aktivitas pelayanan keuangan digitalnya.

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi