Fenomena Pertumbuhan Kredit Berbagai Bank



Dalam kehidupan masyarakat tidak bisa lepas dari kebutuhan akan bank. Salah satu peran besar Bank yaitu dalam pemenuhan kebutuhan kredit masyarakat. Namun pada tahun 2020 pertumbuhan kredit berbagai bank tercatat menurun dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2019. Lalu, bagaimana fenomena pertumbuhan kredit berbagai bank pada tahun 2020?

1. Fenomena Pertumbuhan Kredit Berbagai Bank

Adanya pandemi virus corona di Indonesia menyebabkan menurunnya pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pandemi covid 19 juga turut menyebabkan pertumbuhan kredit di berbagai bank menurun. Pertumbuhan kredit perbankan 2020 di berbagai bank dikatakan lambat dibandingkan tahun 2019.

2. Penurunan Kredit Berbagai Bank

Pada tahun 2020 berbagai bank mengalami penurunan pertumbuhan kredit mulai dari kredit konsumsi, kredit modal kerja serta kredit investasi. Penurunan tersebut disebabkan oleh efek pandemi covid 19 yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. OJK mencatat jika penyaluran kredit pada pertumbuhan kredit tahun 2019 mencapai 11, 05 % dan sedangkan pada bulan Mei tahun 2020 hanya tumbuh 3, 04 %. Mengutip dari Katadata. Co. Id, pertumbuhan kredit untuk debitur mengalami penurunan dari angka 5, 8 persen turun menjadi 3, 9 persen.

Sedangkan pada KMK (Kredit Modal Kerja) mengalami perlambatan dari angka 5, 1 persen menjadi angka 3, 4 persen. Sektor yang mengalami perlambatan yaitu pada industri pengolahan dan perdagangan, hotel dan restoran. Dan untuk kredit konsumsi juga mengalami perlambatan pertumbuhan pada April 2020 dari 5, 3 persen menjadi 4, 1 persen. Untuk pertumbuhan jenis kredit UMKM seperti investasi dan modal kerja juga mengalami perlambatan pertumbuhan. Pada skala usaha mikro mengalami penurunan menjadi 10, 8 persen, kecil menjadi 5, 9 persen dan menengah menjadi – 1, 7 persen. Untuk sepanjang Januari hingga bulan Juni 2020, ada pertumbuhan kredit perbankan yaitu untuk kredit modal mengalami pertumbuhan 1, 43 persen, kredit investasi sebesar 6, 75 persen dan kredit konsumsi sebesar 2, 25 persen. Dalam upaya untuk memulihkan perekonomian nasional yang terdampak, pemerintah memberikan keringanan kredit untuk sektor UMKM.

3. Penyebab Turunnya Pertumbuhan Kredit

Penyebab melambatnya perkembangan kredit di Indonesia saat ini yaitu terjadi sebagai imbas dari adanya wabah virus corona yang menyebabkan penurunan pertumbuhan pada semua sektor ekonomi. Karena faktor tersebut berbagai bank mengalami perlambatan penyaluran kredit ke debitur di berbagai sektor. Selain itu, penurunan pertumbuhan kredit juga disebabkan karena kegiatan investasi serta aktivitas ekspor yang belum bekerja secara signifikan. Jika investasi serta kegiatan ekonomi mulai membaik maka permintaan kredit juga akan meningkat.

Akibat melambatnya aktivitas ekonomi berdampak pula pada melambatnya pertumbuhan kredit. Selain itu, menurunnya permintaan kredit dari berbagai pelaku usaha juga membuat melambatnya pertumbuhan kredit nasional. Meskipun mengalami penurunan pada pertumbuhan kredit, likuiditas serta permodalan pada bank berada pada posisi yang memadai.

Jika Anda memiliki kendala dalam keuangan dan membutuhkan solusi akan masalah keuangan bisnis Anda, Konsultasikan permasalahan anda di Konsultanku. Konsultanku adalah platform yang menghubungkan bisnis Anda dengan konsultan dan profesional dibidang keuangan, perpajakan, manajemen dan legal.


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi