Laporan Laba Rugi Sebagai Sumber Analisis Fundamental Perusahaan



Sebelum mengambil keputusan, terdapat 2 (dua) teknik analisa yang dapat dilakukan oleh user, yaitu teknik analisa teknikal dan fundamental. Dalam analisa teknikal, user akan memprediksi pergerakan nilai saham dari data statistik terkait permintaan dan penawaran saham (supply and demand of security). Berbeda dengan analisa teknikal, analisa fundamental memungkinkan user untuk mengetahui nilai intrinsik (intrinsic value) saham dengan melakukan analisis komprehensif atas laporan keuangan (kuantitatif) dan karakteristik operasi bisnis dan informasi non keuangan lainnya (kualitatif). Dengan demikian, dapat dikatakan teknik analisa fundamental memiliki kompleksitas yang lebih tinggi, karena mengharuskan user untuk menganalisa kondisi ekonomi perusahaan dan industri secara keseluruhan.

Salah satu sumber laporan untuk melakukan teknik analisa fundamental kuantitatif adalah laporan laba rugi. Sesuai namanya, laporan ini menunjukkan besarnya pendapatan dan beban perusahaan selama 1 (satu) periode tertentu, yang menjadi dasar perhitungan laba atau rugi bersih (net income or net loss). Perhitungan laba atau rugi bersih ini dapat dilakukan baik dengan metode single step maupun multiple step.

Dalam metode single step, bentuk pelaporan menjadi lebih sederhana, dimana tidak terdapat klasifikasi apapun baik dalam pendapatan maupun beban. Apabila tidak terdapat pos luar biasa (extraordinary item) dan pos tidak biasa (irregular item) selisih antara total pendapatan dan beban akan menghasilkan laba atau rugi bersih. Kendati sederhananya pelaporan informasi dalam metode single step, multiple step mulai semakin populer karena dapat menghasilkan informasi yang lebih informatif dan berguna dengan mengklasifikasikan pendapatan dan beban. Klasifikasi dalam metode multiple step dilakukan berdasarkan sumber pendapatan dan beban, yang terdiri dari kegiatan operasi utama dan sampingan.

 

Pelaporan Laba Rugi Dengan Metode Single Step

Pendapatan

xxx

Harga Pokok Penjualan

(xxx)

Beban Penjualan dan Administrasi

(xxx)

Beban Bunga

(xxx)

Beban Lain-Lain (net)

(xxx)

Total Beban

(xxx)

Laba Sebelum Pajak

xxx

Beban Pajak

(xxx)

Laba Bersih

xxx




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelaporan Laba Rugi Dengan Metode Multiple Step

Pendapatan

 

xxx

Harga Pokok Penjualan

 

(xxx)

Persediaan Awal

(xxx)

 

Pembelian Bersih

(xxx)

 

Persediaan Tersedia Untuk Dijual

(xxx)

 

Persediaan Akhir

xxx

 

Laba Kotor

 

xxx

Beban Operasi

 

(xxx)

Beban Penjualan

 

(xxx)

Beban Umum

 

(xxx)

Pendapatan Hasil Operasi

 

xxx

Pendapatan Lain-Lain

 

xxx

Beban Lain-Lain

 

(xxx)

Pendapatan Dari Hasil Operasi Berjalan

 

xxx

Beban Pajak

 

(xxx)

Beban Pajak Atas Hasil Operasi Berjalan

 

(xxx)

     

Hasil Operasi Yang Sudah Tidak Berjalan

xxx

 

Kerugian Dari Operasi Yang Sudah Tidak Berjalan

 

(xxx)

Kerugian Dari Pembuangan Segmen Operasi

 

(xxx)

Pendapatan Luar Biasa

 

xxx

     

Pendapatan (Rugi) Bersih

 

xxx


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal pertama yang diperhatikan user ketika melihat laporan laba rugi adalah jumlah pendapatan (rugi) bersih. Apabila angka tersebut positif, maka pendapatan perusahaan lebih besar dibandingkan pengeluaran (informasi positif) dan perusahaan memiliki kemampuan untuk membiaya operasional tanpa perlu melakukan pinjaman, begitu pula sebaliknya. Setelah melihat pendapatan (rugi) bersih, user juga harus memperhatikan sumber pendapatan dan beban. Sebagai contoh, bagi perusahaan baju akan memiliki sumber pendapatan paling besar dari penjualan baju. Apabila terdapat sumber pendapatan dari aktivitas lain, terutama dalam jumlah yang signifikan, user harus menganalisa apakah aktivitas tersebut bersifat berkelanjutan (continuous), paling tidak sampai 1 (satu) tahun yang akan datang.

Sama halnya dengan pendapatan, user harus melihat sumber beban dan klasifikasi beban dengan jumlah yang paling signifikan. Bagi perusahaan jasa, beban yang paling besar adalah beban gaji, sedangkan beban terbesar bagi perusahaan manufaktur bahan baku (raw materials). Apabila perusahaan tersebut digolongkan sebagai perusahaan padat modal, maka perusahaan tersebut diekspektasikan tidak memiliki beban gaji yang terlalu besar. Namun, apabila hal tersebut benar adanya, user harus mengulik lebih lanjut penyebab besarnya beban gaji ini. Tidak menutup kemungkinan hal ini disebabkan karena adanya overpayment maupun ghost employee. Setelah menelusuri sumber pendapatan dan beban, barulah user dapat melakukan perbandingan besarnya pendapatan dan beban antara periode kini dengan periode sebelumnya.

Selain melakukan penelusuran mengenai besaran dan sumber angka dalam laporan keuangan, user juga harus melakukan perhitungan rasio. Laporan laba rugi merupakan laporan yang menunjukkan profitabilitas perusahaan untuk 1 (satu) periode waktu tertentu, umumnya 1 (satu) tahun. Informasi mengenai profitabilitas ini diperoleh dari perhitungan rasio atas elemen dalam laporan laba rugi, yaitu pendapatan dan beban. Dengan mengetahui profitabilitas perusahaan, user dapat mengetahui seberapa baik performa perusahaan dengan besarnya sumber daya yang dimiliki. Beberapa bentuk profitabilitas yang dapat diperoleh adalah NPM (Net Profit Margin), ROA (Return On Asset) dan ROE (Return on Equity). Selain itu, laporan laba rugi juga mencakup angka EPS (Earning Per Share) sebagai dasar perhitungan P/E (Price/Earning Ratio), DDM (Discounted Dividend Model), DCF (Discounted Cash Flow), FCF (Free Cash Flow) maupun MTB (Market To Book Value).

Diluar perhitungan rasio, laporan laba rugi menjadi sumber analisa horizontal, dalam rangka memperoleh informasi mengenai:

  • Seasonabilty. Volume penjualan perusahaan tentu tidak konstan dari periode satu ke periode lainnya. Perhitungan seasonability dapat memberikan informasi mengenai prediksi penjualan, sehingga baik user dapat mengantisipasi potensi kerugian penjualan di periode selanjutnya.

  • Missing Expense. Perbandingan laporan laba rugi dari satu periode dengan periode lainnya dapat membantu user dalam mendeteksi keberadaan beban yang tidak tercatat. Hal ini dapat diketahui dari menurunnya beban secara signifikan (significant drop) di periode tertentu.

  • Tingkat Pajak Penghasilan

Dalam rangka melakukan analisis fundamental kualitatif, umumnya user tidak bergantung pada laporan keuangan melainkan laporan keberlanjutan atau media informasi. Beberapa contoh sumber informasi dalam analisis fundamental kualitatif adalah tingkat kepuasan konsumen; hubungan perusahaan dengan pemasok dan potensi litigasi.


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi