Memperkirakan Nilai Goodwill Perusahaan: Faktor dan Perhitungan!

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung dalam dunia akuntansi, tentu sudah akrab dengan istilah goodwill. Meski demikian, tidak semua orang punya pengetahuan tentang goodwill. Padahal, goodwill adalah bagian aset yang sangat penting bagi perusahaan. Sebenarnya, apa sih, nilai goodwill itu?

an image

 

 

Nilai Goodwill Perusahaan

Pada ranah akuntansi, goodwill termasuk jenis aset tidak berwujud (intangible assets). Aset ini secara teknis akan muncul dalam neraca atau laporan posisi keuangan jika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain dengan membayarnya di atas harga wajar (Fair Value Market) yang terdiri dari aset bersih.

Baca Juga:
Pahami 2 Metode dalam Mencatat Persediaan Barang Dagang!
Pencatatan Dividen dalam Akuntansi
Gampang! Pahami Faktor Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi
Tahap Perencanaan dalam Proses Audit Laporan Keuangan

 

Kesimpulannya, goodwill adalah selisih angka yang muncul dari kelebihan harga beli dalam sebuah akuisisi.

 

Baca Juga:
Bagaimana Cara Menghitung Payroll Gaji Karyawan?
Fungsi dan Pentingnya Purchase Order Bagi Bisnis
Stock Opname: Pemahaman dari Sudut Pandang Operasional dan Audit
Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi?

 

Faktor Pembentuk Nilai Goodwill Perusahaan

Kalkulasi nilai goodwill memang sulit untuk diukur secara tepat mengingat goodwill termasuk aset tak berwujud.

 

Anda dapat memperkirakan nilai goodwill perusahaan dengan menelisik segala faktor yang membentuk goodwill itu sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • reputasi perusahaan yang baik,

  • identitas merek yang kuat,

  • perusahaan yang strategis,

  • karyawan yang kompeten,

  • teknologi yang dinilai mutakhir, dan lain sebagainya.

 

Baca Juga: Ekuitas Perusahaan: Definisi, Unsur, dan Jenisnya

 

 

Perhitungan Sederhana Nilai Goodwill Perusahaan

Berikut adalah contoh perhitungan goodwill secara sederhana untuk mempermudah pola pemahaman nilai goodwill.

 

Contoh Sederhana Kasus Akuisisi

Pada suatu waktu, perusahaan A ingin melakukan ekspansi usaha dengan membeli perusahaan B. Perusahaan B dinilai paling cocok untuk mengekspansi usaha karena letaknya yang strategis dan identitas mereknya sudah cukup kuat.

 

Perusahaan B memiliki total aset Rp2.000, lalu memiliki liabilitas sebesar Rp700 dan total Equity Rp1300. Akan tetapi, perusahaan B jual mahal pada perusahaan A karena mereka tahu bahwa perusahaannya sangat strategis untuk ekspansi perusahaan A.

 

Setelah bernegosiasi, akhirnya tercipta deal bahwa perusahaan A mau membeli perusahaan B seharga Rp1.700.

 

 

Perhitungan nilai goodwill-nya sebagai berikut:

Harga Beli: Rp1.700

Total Aset : Rp2.000

Net Aset* : Rp1.300

*net aset: total aset - liabilitas

 

Total Aset Bersih (Net Aset) pada Perusahaan B sebesar Rp1.300, tetapi perusahaan A membelinya dengan harga Rp1.700 (ada selisih sebesar Rp400). Nah, selisih sebesar Rp400 itulah yang disebut goodwill.

 

Perlu diingat bahwa contoh di atas hanyalah sebatas gambaran. Pada praktiknya, tentu proses akuisisi dan perhitungan goodwill tentu tak sesederhana yang dicontohkan. Meskipun rumit, Anda selalu bisa berkonsultasi dengan para konsultan profesional yang siap memberikan solusi tepat terkait nilai goodwill perusahaan Anda.

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi