B2B: Pengertian, Cara Kerja, Karakteristik, Contoh, dan Strategi Pengembangannya

Dalam menghasilkan keuntungan, perusahaan tidak hanya berpatok untuk mencetak penjualan dengan customer saja. Pasalnya, terdapat perusahaan yang fokus bisnisnya adalah menjual produk atau layanan kepada perusahaan lain. Konsep bisnis inilah yang kemudian disebut sebagai business to business atau B2B.

an image

 

Apa yang Dimaksud B2B?

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian pembuka, fokus perusahaan B2B terletak pada aktivitas penjualan produk kepada perusahaan lain. Hal ini sesuai dengan pengertian B2B menurut Investopedia yang menyebutkan bahwa B2B adalah bentuk transaksi antara bisnis, misalnya yang melibatkan produsen dan grosir atau grosir dan pengecer.

 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa transaksi B2B mengacu pada bisnis yang dilakukan antara perusahaan, bukan antara perusahaan dan konsumen individu.

Baca Juga:
Perbedaan Customer, Consumer, dan Client
Inilah Jobdesk Supervisor yang Perlu Anda Ketahui
Surplus vs Defisit Bagi Perekonomian
6 Faktor Pengaruh Tingkat Konsumsi Masyarakat

 

Cara Kerja Usaha B2B

Karakter yang paling mencolok pada perusahaan B2B adalah siklus penjualan dan pembelian yang temponya lebih lama. Hal ini antara lain disebabkan oleh jumlah produk yang banyak dan/atau hubungan transaksi yang luas, misalnya transaksi antar negara.

 

Di samping itu, tiap transaksi juga harus melewati persetujuan kontrak antara kedua belah pihak sebelum menyetujui proses jual-beli. Tak heran, proses penjualan dalam usaha B2B cukup kompleks.

Baca Juga:
Perusahaan rintisan tawarkan bantuan laporan pajak
Bantu Pemerintah, Startup Ini Tawarkan Jasa Penghitungan Pajak
Platform Konsultanku Optimistis Dorong Penerimaan
Mau tau cara menghemat pajak bisnis kamu?

 

Bersumber dari investopedia, agar dapat beroperasi lancar, transaksi business to business memerlukan perencanaan yang matang. B2B sendiri bergantung pada kemampuan manajemen perusahaan untuk menjalin hubungan bisnis dengan klien. Alih-alih mendapatkan pelanggan secara langsung, perusahaan umumnya akan “menghampiri” calon klien lebih dulu. Makanya, perusahaan B2B akan melancarkan berbagai strategi marketing untuk memastikan bahwa mereka dapat menjangkau banyak klien guna meningkatkan awareness.

 

Jika sudah mendapatkan calon client, langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk menjaga hubungan B2B adalah dengan menghelat pertemuan profesional. Pertemuan ini dilakukan sebelum proses transaksi dan bertujuan agar transaksi yang dilakukan dapat berjalan lancar.

 

Bedanya Usaha B2B dengan B2C (5 Perbedaan)

Pada bagian sebelumnya, sudah disinggung sedikit bahwa B2B fokus pada transaksi antar perusahaan. Hal ini tentu berbeda dengan perusahaan yang target penjualannya adalah customer secara individual. Perusahaan yang menargetkan konsumen individu tentu tidak dapat disebut sebagai B2B lagi, melainkan B2C (business to customer).

 

Namun, di samping cara penjualan yang berbeda, B2B dan B2C ternyata masih memiliki 5 perbedaan lainnya, yakni:

  1. Pelanggan pada B2B adalah sebuah bisnis/perusahaan lain. Sedangkan di B2C, pelanggan adalah konsumen atau masyarakat biasa.

  2. Proses bisnis pada B2B tidak hanya sekedar transaksi produk, melainkan ada upaya membangun hubungan bisnis. Sedangkan pada B2C umumnya hanya terjadi hubungan transaksi antara penjual dan pembeli.

  3. Proses jual beli pada B2B biasanya membutuhkan waktu lebih lama dari B2C.

  4. Di B2B, nilai brand bergantung pada kepercayaan dan hubungan bisnis antar perusahaan. Sedangkan di B2C nilai brand dipengaruhi oleh strategi promosi dan iklan.

  5. Biasanya jumlah produk yang dijual pada B2B lebih banyak dari pada B2C.

 

Karakteristik B2B (Business to Business)

Setelah penjelasan tentang apa itu B2B dan perbedaannya dengan B2C, kami akan berlanjut ke pembahasan mengenai karakteristiknya. Perusahaan yang menggunakan model B2B umumnya menjalankan banyak strategi untuk mempromosikan diri kepada perusahaan yang akan menjadi konsumennya. Hal ini dilakukan guna meningkatkan brand awareness.

 

Setelah itu, perusahaan dengan model usaha B2B pun akan menggelar meeting dengan calon klien. Pada konsepnya, kedua perusahaan harus saling mengenal dan mengetahui informasi satu sama lain. Biasanya, kedua belah pihak perusahaan sudah menjalin hubungan yang lama. Pertukaran informasi diantara keduanya pun sudah dilakukan atas dasar kebutuhan. Pertukaran ini dihelat secara teratur dengan struktur yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak agar tercipta layanan dengan kualitas yang sama.

 

Selain itu, model bisnis B2B ini memerlukan proses waktu yang lama, rumit, serta mahal, sebab penawaran yang diajukan perusahaan kepada perusahaan lainnya wajib melewati serangkaian proses persetujuan. Umumnya, pihak pembeli akan menuntut penjual dari sisi teknisnya saja, seperti spesifikasi dan harga bahan baru dari sebuah produk jasa atau barang.

 

Dalam transaksi perusahaan B2B dengan perusahaan konsumen, kemungkinan besar terjadi negosiasi kontrak untuk mengantisipasi jumlah dan harga bahan baku yang akan dipasok kepada perusahaan konsumen tersebut. Dengan demikian, akan terjalin hubungan dengan jangka waktu yang panjang antar mitra bisnis tersebut.

 

5 Contoh Usaha B2B

Agar lebih memahami lagi tentang esensi dan konsep bisnis B2B, berikut kami lampirkan 5 contoh usaha B2B di berbagai sektor.

 

1. Supplier Bahan Mentah

Bahan mentah pasti dibutuhkan bagi perusahaan manufaktur yang menjual barang jadi. Oleh karena itu, pada perusahaan B2C,agak sulit rasanya untuk memiliki pasokan bahan mentah sendiri. Sebab, untuk memproduksi memproses bahan mentah agar jadi barang siap pakai, diperlukan banyak modal dan waktu sehingga sangat mudah jika sudah menjalankan kerja sama dengan perusahaan yang dapat memasok bahan mentah untuk bisa diolah menjadi barang siap pakai oleh konsumen.

 

Harga bahan mentah yang dibeli dari perusahaan B2B umumnya ditawarkan dengan harga borongan, harga miring, bahkan partai besar. Oleh karena itu, harga bahan mentah ini sudah pasti sangat murah sehingga perusahaan B2C sangat terbantu dengan adanya perusahaan B2B yang menawarkan bahan mentah ini. Bahan mentah yang ditawarkan biasanya produk hasil pertanian, perkebunan, wadah produk, seperti botol, kertas bungkusan, plastik, dan lainnya.

 

2. Marketing Service Product

Di zaman yang sudah maju dan serba digital seperti sekarang, perusahaan tentu harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang digital marketing atau marketing model baru ini. Jika Anda kilas balik saat 20 tahun yang lalu, dimana teknik marketing Anda memasang iklan di tv, billboard, dan lainnya atau dengan door to door, tentu saat ini cara seperti itu sudah mustahil untuk dilakukan. Hal ini karena biaya yang digunakan dengan hasil yang diperoleh tidak sebanding besarnya.

 

Saat ini, media sosial sudah mengalami pergeseran fungsi. Sebenarnya, media sosial tercipta dengan dasar untuk memudahkan komunikasi antara individu satu dengan yang lainnya sehingga Anda dapat berkomunikasi dengan orang lain kapan saja dan dimana saja. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini muncul fungsi baru, yakni sebagai tempat untuk para pebisnis mempromosikan produknya.

 

Oleh karenanya, saat ini banyak bermunculan perusahaan yang bergerak di bidang iklan sosial media. Perusahaan ini akan menawarkan kepada Anda bagaimana cara mengelola akun media sosial Anda dengan baik untuk menarik konsumen.

 

Selain itu, ada juga perusahaan yang menawarkan jasa influencer. Hal ini merujuk pada seorang yang memiliki jumlah pengikut media sosial kira-kira puluhan ribu hingga jutaan sehingga orang-orang seperti ini memiliki pengaruh yang besar kepada audience di media sosial.

 

Perusahaan yang menawarkan jasa influencer kepada perusahaan B2C ini akan memberikan daftar harga sesuai dengan jumlah pengikut dan jumlah penonton dari influencer tersebut. Biasanya perusahaan ini juga akan memberikan SOP terkait konten yang akan dibuat oleh influencer sesuai keinginan kliennya. Maka dari itu, ini sangat menguntungkan bagi para klien karena tidak perlu repot-repot mencari cara untuk mempromosi produk miliknya.

 

3. Jasa Keamanan

Yang ketiga adalah jasa keamanan. Seperti yang diketahui, security atau satpam merupakan seseorang yang fungsinya menjaga keamanan dan ketertiban di area kantor. Jasa keamanan atau security dapat berasal dari agensi. Perusahaan jasa keamanan biasanya memang memiliki banyak karyawan terlatih untuk dikirimkan ke perusahaan klien guna menjaga area kantor.

 

Hal ini tentu memudahkan perusahaan klien dalam mencari sumber daya manusia yang terdidik dalam hal keamanan dan ketertiban kantor. Keuntungan lainnya adalah perusahaan jadi tidak perlu repot-repot mencari karyawan baru. Sebab, jika satpamnya memutuskan untuk berhenti bekerja, perusahaan penyedia jasa keamanan ini tentu akan mengirimkan orang baru untuk menggantikan posisi satpam yang telah keluar dari pekerjaan tersebut.

 

4. Software ERP untuk Perusahaan

Belakangan ini, muncul perusahaan B2B yang berfungsi untuk membantu administrasi perusahaan lainnya. Perusahaan tersebut menjual software yang dapat mempercepat pengerjaan audit dan akuntansi.

 

Biasanya, mereka fokus pada penjualan perangkat-perangkat lunak yang dapat memudahkan urusan kantor Anda. Contoh dari software ERP yang dapat membantu perusahaan adalah aplikasi absensi online, pembukuan, pemantauan karyawan secara otomatis, dan lain-lain. Makanya, perusahaan yang menawarkan produk jasa ERP seperti ini tentu dapat memudahkan perusahaan lain dalam mengoperasionalkan bisnisnya dengan dana yang tentunya lebih murah.

 

5. Jasa Tax Planning

Contoh usaha B2B yang terakhir adalah perusahaan yang menyediakan jasa tax planning. Melalui layanan perencanaan pajak atau tax planning yang di-handle ahli pajak berpengalaman, perusahaan dapat menghemat biaya pengeluaran untuk pajak.

 

Tak heran, jasa tax planning banyak digandrungi oleh perusahaan-perusahaan besar.

 

b2b, b2b adalah

 

3 Strategi dalam Mengembangkan B2B

Karena ramai “pemain”, mengembangkan B2B memang tidak mudah. Akan tetapi, terdapat strategi yang bisa Anda terapkan dalam pengembangannya untuk mencapai awareness yang lebih banyak.

 

1. Membuat Rencana Target Pasar

Seperti yang sudah disampaikan dalam ulasan apa itu B2B, perusahaan ini memiliki target konsumen yang berbeda dengan model bisnis lain, seperti B2C atau C2B, karena lebih bisnis ini lebih fokus pada pelaku bisnis saja. Apabila kita melihat kuantitas target pasarnya, B2B memiliki target pasar yang sangat kecil tapi ini sekaligus menjadi keuntungan tersendiri karena target pasar B2B lebih spesifik untuk dikenali

 

Meski target pasar mudah dikenali namun tetap perulu dilakukan rencana target pasar dengan cara membuat daftar customer personal guna menentukan barang-barang target pasar dan hal spesifik lainnya untuk klien. Apabila sudah mendapatkan data yang spesifik tersebut, Anda dapat menentukan teknik promosi seperti apa yang akan Anda pakai untuk memasarkan bisnis Anda.

 

2. Menjaga Komunikasi yang Baik dengan Mitra Bisnis

Seperti yang sudah disampaikan dalam ulasan apa itu B2B, bisnis ini memiliki proses transaksi yang sangat panjang karena melibatkan banyak pihak untuk pengajuan kerja sama dengan klien. Walaupun demikian, nilai transaksi yang ter B2B sangat besar, sehingga jika keinginan klien tidak sesuai dengan apa yang Anda berikan, ini bisa mengakibatkan berakhirnya kerja sama antar perusahaan. Dengan demikian, reputasi perusahaan B2B sangat dipertaruhkan dalam berjalannya bisnis.

 

Maka dari itu, dalam artikel apa itu B2B ini, kami sangat menganjurkan Anda untuk membangun dan menjaga komunikasi yang sangat baik dengan klien atau mitra usaha. Dengan cara membangun komunikasi yang berkala dengan klien, menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk kemajuan bisnis jenis B2B ini.

 

3. Memperluas Jaringan Bisnis

Seperti yang sudah disampaikan dalam ulasan apa itu B2B, memperluas network atau jaringannya sangat efektif jika melalui grup pengusaha dan acara-acara yang diadakan. Cara ini dianggap efektif dalam melebarkan jaringan bisnis dan membuat perusahaan Anda populer di kalangan masyarakat luas. Hubungan antara klien dan perusahaan pada bisnis ini, sangat stabil sehingga sangat mungkin untuk berlangsung lama dibandingkan model bisnis lainnya.

 

Sesuai dengan ulasan apa itu B2B, membangun networking ini, membuat peluang untuk menjaring konsumen atau klien baru secara terbuka lebar dengan cakupan yang luas dan terlihat profesional. Anda juga perlu memperhatikan komunikasi dengan calon klien agar tetap terjaga secara personal sehingga memudahkan Anda untuk mengenalkan produk atau jasa yang dijual.

 

b2b, b2b adalah

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi