Customer Co-Creation: Kolaborasi dengan Customer Memacu Inovasi

Melakukan kolaborasi dengan perusahaan lain untuk menciptakan inovasi produk baru merupakan hal yang sudah sangat lumrah di dunia bisnis. Namun, tahukah Anda bahwa kolaborasi dengan pelanggan dapat menjadi pilihan yang cerdas?

an image

 

Co-creation adalah strategi bisnis yang bertujuan untuk menggabungkan ide dan pemikiran dari kelompok eksternal perusahaan untuk mengembangkan produk atau menciptakan inovasi baru. Dalam hal ini, customer co-creation merupakan strategi bisnis untuk mengembangkan produk dan menciptakan inovasi melalui penganbunggan ide dari pelanggan.

 

Customer co-creation seringkali dilakukan dengan mengumpulkan opini dan ide dari pelanggan dari wadah tertentu atau komunitas untuk membawa suatu hal baru dan inovatif dalam bisnis. Secara umum, pengembangan produk dilakukan melalui tiga tahap, yaitu discovery, development, dan commercialization.

Baca Juga:
Perbedaan Customer, Consumer, dan Client
Inilah Jobdesk Supervisor yang Perlu Anda Ketahui
Surplus vs Defisit Bagi Perekonomian
6 Faktor Pengaruh Tingkat Konsumsi Masyarakat

 

 

Tahap discovery atau penemuan ide adalah tahap dimana tim melakukan riset pasar secara mendalam untuk mengetahui tren, perilaku pelanggan, dan kebutuhan serta keinginan pelanggan. Data yang terkumpul kemudian disaring lagi untuk menilai yang paling relevan untuk dikembangkan nantinya.

Baca Juga:
Perusahaan rintisan tawarkan bantuan laporan pajak
Bantu Pemerintah, Startup Ini Tawarkan Jasa Penghitungan Pajak
Platform Konsultanku Optimistis Dorong Penerimaan
Mau tau cara menghemat pajak bisnis kamu?

 

Selanjutnya adalah tahap development atau pengembangan ide. Ide yang didapat dari riset sebelumnya kemudian ditelaah lebih jauh lagi untuk menemukan kekurangan, kelebihan, serta peluang perkembangan ide tersebut. Di tahap ini juga terdapat proses testing untuk mengetes reaksi pelanggan terhadap inovasi.

 

Tahapan terakhir dalam proses pengembangan produk adalah commercialization atau publikasi produk. Setelah mendapat hasil respon dari pasar, perusahaan dapat mempublikasikan produk dalam pasar.

 

 

Di tahap ini, perusahaan akan memperkenalkan dan mensosialisasikan produk ke pelanggan. Setelah itu, akan ada evaluasi untuk mengetahui opini dari pihak-pihak terkait baik internal, pelanggan, dan stockholder lain mengenai produk yang diluncurkan.


Umumnya, ketiga tahapan ini hanya melibatkan perusahaan. Pelanggan hanya terlibat di tahap evaluasi agar perusahaan mengetahui umpan balik dari produk yang diluncurkan.

 

Namun, seiring perkembangannya, banyak perusahaan yang melibatkan pelanggan lebih banyak dalam proses pengembangan produk. Strategi customer co-creation memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam memberikan ide, mengembangkan produk, serta memberikan evaluasi terhadap produk.

 

Beberapa perusahaan terkenal yang melibatkan pelanggan dalam berinovasi diantaranya Zara, Unilever, DHL, dan masih banyak lagi.

 

Zara merupakan salah satu retail fast-fashion terbesar di dunia. Ada cerita menarik tentang bagaimana Zara menciptakan produknya dengan memanfaatkan masukan pelanggannya. Pada 2015, seorang wanita bernama Miko masuk ke toko Zara di Tokyo dan meminta syal merah muda kepada asisten toko, tetapi toko tersebut tidak memiliki syal merah muda.

 

Hal yang sama terjadi hampir bersamaan untuk Michelle di Toronto, Elaine di San Francisco, dan Giselle di Frankfurt, yang semuanya masuk ke toko Zara dan meminta syal merah muda.

 

 

Sepekan kemudian, Zara secara global menjual syal merah muda dan produk tersebut laris manis. Kesuksesan Zara dicapai dari cara mereka melatih dan memberdayakan karyawan dan manajer tokonya untuk menjadi sangat peka terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan, sehingga dengan cepat mereka mengetahui produk apa yang diminati.

 

Berbeda dengan Zara yang melibatkan pelanggan secara terselubung, DHL dan Unilever menggelar aktivitas yang menunjukkan secara terang-terangan kesempatan pelanggan untuk berkolaborasi.

 

Melalui Open Innovation oleh Unilever dan Customer Innovation Workshops oleh DHL, mereka membuka kesempatan bagi pelanggan untuk menyampaikan inovasi dan berbincang langsung dengan karyawan perusahaan tentang ide inovasi produk.

 

Melalui cara ini, perusahaan menghasilkan ide-ide baru yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dilansir dari Forbes, strategi co-creation DHL menghasilkan peningkatan nilai kepuasan konsumen hingga 80%.


Melalui penjelasan serta contoh penerapan yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan besar dunia, apakah Anda tertarik untuk melakukan strategi ini dalam bisnis Anda?

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi