Kenali Pengertian, Jenis, dan Optimalisasi Ecommerce



Ecommerce merupakan sektor yang bertumbuh sangat pesat di Indonesia. Dilansir dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, pertumbuhan nilai perdagangan elektronik (ecommerce) di Indonesia mencapai 78 persen, dan merupakan yang tertinggi di dunia. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus bertumbuh hingga kini telah mencapai 82 juta orang atau peringkat ke-8 terbanyak di dunia, diprediksi jumlah konsumen Indonesia yang berbelanja online mencapai angka 189,6 juta pada tahun 2024.

 

Melihat data perkembangan ecommerce yang menjanjikan, sudah saatnya pelaku bisnis Indonesia memanfaatkan ecommerce sebagai sarana barudalam kegiatan bisnis. Untuk itu, mari simak pengertian, jenis, keuntungan, dan upaya optimalisasi ecommerce.

 

Pengertian Ecommerce

Ecommerce merupakan segala bentuk transaksi bisnis yang dilakukan secara online. Contoh paling populer dari ecommerce adalah aktivitas belanja online, yaitu kegiatan jual beli barang melalui internet di perangkat apa pun. Melalui ecommerce, pihak penjual dan pembeli melakukan aktivitas penyebaran, penjualan,pembelian, dan pemasaran produk dengan menggunakan jaringan telekomunikasi seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya.

 

Apabila ecommerce dideskripsikan sebagai aktivitas transaksi bisnis yang dilakukan secara online, maka medium tempat berlangsungnya aktivitas jual beli di Internet disebut marketplace. Marketplace berfungsi sebagai perantara penjual dan pembeli yang tentunya mempermudah aktivitas jual beli di Internet. Melalui marketplace, penjual hanya perlu membuat etalase produk dan aktivitas penjualan. Sedangkan, seluruh keperluan lain seperti pengelolaan website dan alur keuangan diurus oleh operator platform marketplace. Contoh marketplace adalah Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya.

 

Jenis-Jenis Ecommerce

Aktivitas perdagangan elektronik dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan dari alur transaksinya. Berikut adalah jenis-jenis ecommerce:

1. Business-to-Business (B2B)

B2B merupakan jenis ecommerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan.Contoh B2B ecommerce adalah: Ralali.com, MBiz, Bizzy.

2. Business-to-Consumer (B2C)

Apabila model bisnis B2B merupakan transaksi antara pemilik bisnis ke pemilik bisnis lainnya, B2C merupakan jenis ecommerce yang memiliki model bisnis penjual menjual produk ke konsumen akhir (end-user). Contoh B2C ecommerce: Zalora,Berrybenka, Tiket.com.

3. Consumer-to-Consumer (C2C)

Model ecommerce ini merupakan yang paling umum dikenal. C2C ecommerce meliputi transaksi barang atau jasa yang dilakukandari konsumen kepada konsumen. Dalam C2C ecommerce, konsumen dapat berperansebagai penjual maupun pembeli. Contoh C2C ecommerce: Shopee, Tokopedia,Lazada.

4. Consumer-to-Business (C2B)

Merupakan kebalikan dari jenis B2C. Dalam C2C ecommerce, konsumen menawarkan produk kepada perusahaan atau pemilik bisnis. Contoh C2B ecommerce: istockphoto.com, dan website freelancer contentwriter.

5. Business-to-Administration (B2A) dan Consumer-to-Administration(C2A)

B2A dan C2A merupakan jenis e-commerce yang didalamnya terdapat transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan atau perorangan dan administrasi publik atau pemerintah. Contoh B2A ecommerce:pajak.go.id dan bpjs-online.com

 

Optimalisasi Ecommerce

Banyaknya keuntungan melakukan aktivitas perdagangan secaraonline membuat peluang pasar semakin meningkat namun di saat yang bersamaan persaingan produk juga meningkat. Oleh karena itu perlu adanya optimalisasi agar aktivitas penjualan dapat berjalan secara maksimal. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan ecommerce:

1. Search Engine Optimization (SEO)

Pastikan produk Anda mudah dicari danditemukan diantara banyaknya produk yang serupa. Lakukan riset tentang kata kunci yang biasanya digunakan oleh konsumen untuk mencari produk yang Anda jual.

2. Tingkatkan Kepercayaan

Kegiatan jual beli melalui internet tidak mengandung unsur tatap muka. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penjualan maka konsumen harus mempunyai kepercayaan atas toko dan produk yang dijual. Cara meningkatkan kepercayaan konsumen adalah dengan adanya ulasan dari konsumen lain tentang produk.

3. Tampilan Visual

Konsumen tidak dapat melihat dan memegang langsung produk yang dijual melalui platform digital. Kualitas foto yang jelas dan bagus akan menjadi nilai tambah bagi bisnis Anda.

4. Pengalaman Berbelanja

Selain kualitas produk yang dijual,pengalaman konsumen dalam berbelanja juga menentukan suksesnya bisnis ecommerce. Apabila konsumen memiliki pengalaman baik saat berbelanja makakonsumen akan dengan senang hati meninggalkan ulasan yang baik dan melakukan transaksi lagi dikedepannya. Pengalaman berbelanja yang baik bagi konsumenmeliputi respon yang cepat, pengemasan yang rapi dan aman, kemudahan pembayaran,dan lainnya.


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi