Tips Meningkatkan Produktivitas Karyawan ala HR!



Pada perusahaan, umumnya terdapat salah satu divisi yang disebut HR atau Human Resources. Divisi HR ini tugasnya adalah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja perusahaan, misalnya produktivitas dan kualitas kinerja karyawan.

 

Meningkatkan Produktivitas Karyawan ala HR

Pada dasarnya, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam produktivitas karyawan. Kedua hal tersebut adalah indikator penilaian produktivitas serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karyawan.

 

Indikator Penilaian Produktivitas Kerja

Dalam melakukan penilaian terhadap produktivitas dan kualitas kerja karyawan, HR tentunya tidak asal menilai berdasarkan perasaan saja, kan? Oleh karena itulah, terdapat indikator tersendiri yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas dan kualitas kinerja karyawan.

 

Indikator Kuantitatif

Sesuai dengan namanya, indikator kuantitatif sangat melibatkan sejumlah angka sebagai tolok ukur produktivitas karyawan.

 

Indikator ini lebih cocok diterapkan pada divisi yang pekerjaannya berhubungan dengan produksi yang memiliki output berupa jumlah angka.

 

Indikator Kualitatif

Indikator kualitatif merupakan penilaian yang cenderung subjektif. Indikator ini dapat diterapkan dengan memperhatikan banyaknya kesalahan output atau seberapa sering pelanggan melakukan komplain.

 

Indikator kualitatif lebih cocok diaplikasikan pada pekerjaan-pekerjaan maintenance, penjamin mutu, dan analis.

 

Indikator Produktivitas Penjualan

Seperti namanya, indikator ini tentu lebih cocok untuk diterapkan pada pegawai frontliner divisi sales dan marketing. Sebab, indikator ini bertitik tolak pada progress penghasilan penjualan untuk perusahaan.

 

Indikator Target Manajemen

Penilaian produktivitas melalui target manajemen ini dinilai lebih rumit sebab membutuhkan lebih banyak strategi dan rencana dalam jangka panjang.

 

Indikator dengan target manajemen ini misalnya dilakukan dengan pencapaian target manajemen seperti target untuk menurunkan biaya sampai 10% dalam satu tahun atau target untuk meningkatkan kontribusi pendapatan.

 

Indikator dengan Penghitungan Profitabilitas

Indikator yang satu ini dilakukan dengan cara menghitung profitabilitas. Penghitungannya didasarkan dengan membandingkan profit yang didapat dengan cost (biaya) yang dikeluarkan perusahaan untuk beroperasi.

 

Baca Juga: Meramal Kebutuhan Tenaga Kerja di Masa Depan lewat Manajemen SDM!

 

Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja

Terkadang, manusia mencapai titik lelah atau bosan yang seringkali berujung pada penurunan produktivitas. Oleh karena itu, dibutuhkanlah suatu dorongan untuk memotivasi atau men-trigger mereka agar kembali bergairah dalam menghasilkan work output yang memuaskan.

 

Berikut adalah tips dalam meningkatkan produktivitas kerja ala HR!

 

Menyesuaikan Pekerjaan yang Dilakukan Karyawan dengan Kemampuan dan Minatnya

Ada kasus di mana seseorang tidak dapat merasakan gairah pekerjaan karena kemampuan dan minat yang dimiliki tidak sejalan dengan pekerjaan yang dilakukannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi HR untuk menempatkan para karyawan sesuai dengan kemampuan dan minatnya agar tercipta suatu motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan.

 

Mengadakan Training dan Cross-Training

Tidak semua karyawan dapat mempelajari dan mempraktikkan job desc-nya secara otodidak dalam waktu cepat. Boleh jadi, ketidakcakapan karyawan dalam melakukan pekerjaan bukan disebabkan oleh faktor kemalasan, tetapi memang belum ngerti pol dengan teknis pekerjaannya.

 

Untuk itu, pengadaan training menjadi faktor penting dalam produktivitas karyawan. Perusahaan juga dapat melakukan cross-training yang memungkinkan para karyawan untuk belajar dan bertukar kemampuan satu sama lain.

 

Menyediakan Fasilitas Kerja yang Mendukung

Fasilitas kerja yang memadai juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas kerja. Bukan hanya fasilitas yang berkaitan dengan operasional saja, karyawan juga membutuhkan pelepas stres. Raksasa Google bahkan menyediakan banyak fasilitas relaksasi untuk para karyawannya, seperti fasilitas game center berisi permainan billiard, video games, foosball, dan lain sebagainya. Bahkan, disediakan juga fasilitas untuk olahraga, lho!

 

Pemberian Bonus Insentif

Cara lainnya yang paling umum digunakan untuk merangsang produktivitas karyawan adalah dengan memberikan bonus insentif.

 

Bonus insentif tidak mesti berupa tambahan upah, bisa juga berupa hadiah kupon makan untuk karyawan yang melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

 

Baca Juga: Manajemen SDM: Kebijakan dan Praktiknya dalam Perusahaan!

 

Merayakan Keberhasilan Karyawan

Sekecil apapun pencapaian karyawan, ia berhak diapresiasi. Sebab, apresiasi atas suatu pencapaian dapat meningkatkan kepercayaan diri dan men-trigger karyawan untuk menghasilkan output yang jauh lebih baik lagi.

 

Perayaan atas keberhasilan karyawan dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah mengadakan acara makan-makan sepulang kerja.

 

Melakukan Evaluasi Kinerja secara Berkala

Penilaian dan evaluasi kerja yang dilakukan secara berkala juga perlu dilakukan. Melalui evaluasi kinerja, karyawan akan mengetahui hal-hal yang sekiranya masih dianggap ‘kurang’ dalam output pekerjaan mereka. Dengan begitu, ke depannya karyawan akan termotivasi untuk memperbaiki output kerja.


Konsultanku adalah platform konsultasi online dan jasa profesional yang telah dipercaya oleh ratusan UMKM di Indonesia. Temukan solusi terbaik di bidang akuntansi, pajak, dan legal untuk individu dan bisnis dari 300+ Mitra Profesional Konsultanku hari ini. Klik Konsultanku sekarang!


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi