Tips Menjalankan Usaha Selama PPKM Darurat Berlangsung!

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat di daerah Jawa dan Bali tentu membuat resah para pelaku usaha. Pasalnya, kekhawatiran pelaku usaha akan turunnya penjualan kian meningkat.

an image

 

Apalagi, kebijakan ini juga menyangkut peraturan batas jam tutup tempat usaha. Akan tetapi, jangan terlalu risau. Berikut, kami merangkum tips-tips menjalankan usaha selama PPKM berlangsung!

 

Tips Menjalankan Usaha Selama PPKM

 

Pastikan Mematuhi Aturan Jam Tutup Tempat Usaha

Meskipun merasa dirugikan atas kebijakan jam tutup tempat usaha, tetapi Anda tetap harus mematuhi peraturan. Sebab, jika Anda tidak mematuhi kebijakan tersebut dan tertangkap basah oleh Satpol PP, maka kemungkinan besar tempat usaha milik Anda akan dikenakan sanksi penutupan sementara yang berkisar antara satu sampai dua hari.

 

Meningkatkan Pelayanan dan Kemudahan dalam Bertransaksi

Sama halnya seperti PSBB, kebijakan PPKM juga membuat konsumen mau tidak mau lebih banyak menetap di rumah. Ditambah lagi, tempat usaha kuliner memang dilarang untuk membuka dine in selama PPKM berlangsung.

 

Untuk itu, Anda sebagai pelaku usaha harus meningkatkan pelayanan demi memberi kemudahan bagi para konsumen dalam bertransaksi. Mulailah membuka opsi pemesanan produk secara online dan menambahkan jasa pesan-antar sehingga pelanggan kita tidak perlu repot-repot datang sendiri ke tempat kita.

 

Selain mobile banking, kalau bisa sediakan juga opsi pembayaran via produk e-money lainnya.

 

Baca Juga: Tips Menjadi Wirausaha Sukses

 

Maksimalkan Promosi Produk Lewat Media Sosial

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, keberadaan PPKM ini tentu membuat konsumen lebih banyak ‘diam’ di rumah sehingga segala sesuatu dikerjakan secara online. Otomatis, mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial dibanding biasanya.

 

Nah, hal ini dapat Anda jadikan kesempatan untuk memaksimalkan promosi produk melalui media sosial sehingga menjangkau lebih banyak orang. Aturlah jadwal rutin untuk memposting konten tentang produk yang dijual lewat media sosial.

 

Sebagai saran, buatlah juga konten-konten bermanfaat seputar tips atau keuntungan dari mengonsumsi dan/atau menggunakan produk yang dijual. Anda dapat menyelingi postingan promosi produk dengan konten bermanfaat agar lebih menarik dan tidak membosankan. Namun, pastikan konten tersebut masih berhubungan dengan produk yang dijual, ya.

 

Nah, bagaimana? Sekarang sudah lebih siap untuk menjalankan usaha selama PPKM berlangsung, kan?

 


< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi