Anang Hermansyah sampai Wirda Mansur Bikin Token Kripto, Pahami Konsep “The Greater Fool Theory” Sebelum Beli!

Investasi berbasis kripto makin disambut antusias oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali selebriti papan atas. Antusiasme ini berbuntut pada fenomena ramainya artis populer yang terjun dalam investasi kripto beserta aset turunannya. Nah, artikel ini secara khusus akan membahas lebih lanjut tentang produk-produk turunan kripto yang diluncurkan para influencer dan artis Indonesia!

an image

 

Selebriti Ramai Bikin NFT dan Token, Haruskah Beli?

Antusiasme masyarakat terhadap investasi kripto turut dimeriahkan oleh kemunculan fenomena artis yang meluncurkan token dan menjual aset NFT sendiri. Bahkan, gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun ikut serta memeriahkan kolam NFT dengan membantu menjualkan karya-karya seniman jalanan Bandung lewat platform NFT. Masalahnya, apakah membeli token artis merupakan keputusan yang tepat? Ataukah Anda hanya akan menjadi bagian dari greater fool theory?

Dari Ridwan Kamil sampai Wirda Mansur, Ini 6 Influencer yang Terjun ke Kripto!

1. Ridwan Kamil Jualin NFT Seniman Jalan

Gubernur Ridwan Kamil diketahui menjual lukisan milik salah satu seniman yang biasa berkarya di Jalan Braga, Bandung. Lukisan tersebut akhirnya dijual dalam bentuk NFT seharga 0,09 ETH atau sekitar Rp4,2 juta. Lukisan tersebut pun resmi jadi produk NFT pertama yang dijualnya. Mantan Walikota Bandung ini mengaku akan membuat akun NFT di platform OpenSea untuk membantu menjual berbagai macam karya seniman lainnya yang ada di Kota Bandung secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan hidup seniman jalan.

Baca Juga:
Apa Itu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Mengenal Jenis-Jenis Opini Audit Laporan Keuangan
Cara Membuat Laporan Keuangan

2. NFT Jualannya Syahrini

Tak kalah dari Ridwan Kamil, penyanyi kondang Syahrini turut meluncurkan NFT sendiri pada 14 Desember 2021 lalu melalui Binance. Pelantun “Sesuatu” ini disinyalir memiliki sebanyak 17.800 unit NFT dan dijual dengan harga 20 Binance USD (BUSD) atau sekitar Rp286 ribu. Yang menakjubkan, baru satu hari dipasarkan, NFT Syahrini langsung ludes terjual dalam waktu kurang dari 10 jam.

3. Token Asix Mas Anang Hermansyah

Belum lama ini, Anang Hermansyah dan Ashanty meluncurkan aset kripto berbentuk token yang dinamakan ASIX Token. Aset kripto ini dikembangkan di blockchain Binance dengan total suplai 10 triliun ASIX. Token ini dibuat dengan tujuan agar para investor turut berinvestasi di proyek-proyek mereka yang ekosistemnya mencakup 5 play-to-earn game, marketplace NFT, dan metaverse bernama Nusantara Land.

Sayangnya, token ASIX ternyata belum mengantongi izin Bappebti Kementerian Perdagangan sehingga dilarang diperdagangkan di Indonesia. Hal ini dikonfirmasi secara langsung oleh Bappebti Kemendag lewat cuitan Twitternya.

Baca Juga:
Hi sahabat Konsultanku, KonsultanKu
Pentingkah Laporan Keuangan untuk UKM?
Tips Siapkan Dana Darurat
Liburan Asik dengan Budget Terjangkau

Anang mengatakan memang token ASIX baru diperdagangkan di platform transaksi kripto asing yang bernama Pancake Swap. "ASIX saat ini tersedia di Pancake Swap, bukan di exchanger Indonesia. Jadi, ASIX hanya bisa diakses dan dibeli dari Wallet Crypto (Pancake Swap)," tulis Anang melalui akun Instagramnya (@ananghijau).

4. Aset NFT Luna Maya

Tak ketinggalan, Luna Maya termasuk salah seorang artis pertama yang terjun ke dunia blockchain. Ia menggandeng kreator NFT asal Jepang bernama Tokau dan meluncurkan karya digitalnya pada Juni 2021 yang terbatas hanya 10 item saja. Luna Maya menjual karyanya melalui platform NFT populer seperti Bakery Swap dan Binance.

5. I-COIN by Wirda Mansur

“... insya Allah TO THE MOON,” tulis Wirda saat mengumumkan peluncuran I-COIN via instagram pribadinya (@wirda_mansur).

Wirda Mansur menjadi yang paling anyar meluncurkan token kripto. Putri sulung Ustad Yusuf Mansur ini membuat token kripto baru yang bernama I-COIN dengan kode ICN. Dilansir dari situs resminya, I-COIN menciptakan ekosistem lewat tiga produk: Metaverse ILAND, IBW Gameplay (play-to-earn), dan marketplace NFT yang disebut I-MARKET.

6. Upcoming: Token Leslar Milik Lesti-Billar

Upcoming, pasangan artis Lesti Kejora dan Rizky Billar akan merilis Leslar Coin dalam waktu dekat. Token berbasis kripto ini akan digunakan sebagai mata uang di Leslar Metaverse. Dilansir dari bigalpha.id, tujuan utama penciptaan Leslar Coin adalah untuk mengedukasi dan memperkenalkan dunia digital ke warga Indonesia. Mereka berharap dunia virtual Leslar Metaverse bisa dijadikan fasilitas dalam memajukan perkembangan teknologi dunia.

Rencananya, ada 4 produk yang menjadi bagian dari ekosistem Leslar Metaverse, yakni play to earn game, Leslar Coin, Leslar NFT, dan program membership. Leslar memiliki target pangsa pasar yang cukup besar mengingat mereka memiliki lebih dari 50 juta pengikut di Instagram dan Youtube.

Pahami Konsep The Greater Fool Theory Sebelum Beli Token Artis, biar Nggak Menyesal!

Seperti yang kita ketahui, aset kripto tidak seperti dividen saham atau bunga di Peer-to-Peer Lending yang dapat menghasilkan cash flow dalam rupiah. Oleh karena itu, satu-satunya cara agar para holder bisa mendapat keuntungan adalah menjualnya ke pihak lain dengan harga yang lebih tinggi. Secara ringkas, hal inilah yang disebut sebagai “The Greater Fool Theory”.

Untuk lebih jelasnya, The Greater Fool Theory adalah kondisi saat seseorang menghasilkan uang dengan membeli aset yang dinilai overvalue karena berniat menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan di kemudian hari. Hal ini disebabkan pemikiran bahwa akan selalu ada pihak lain yang bersedia membayar aset tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Seorang investor yang menganut The Greater Fool Theory  ini cenderung membeli aset yang  overvalue tanpa memperhatikan nilai fundamentalnya dan kebanyakan malah merugi. Apakah Anda akan jadi salah satunya?
Nah, sudah mantapkah keputusan Anda untuk berinvestasi di token artis? Atau jangan-jangan malah ingin menciptakan token sendiri seperti Wirda Mansur? Apapun itu, yang terpenting adalah pastikan bahwa Anda sudah memahami risiko dalam investasi aset kripto dan mendalami konsep greater fool theory itu sendiri.

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi