Hai Founder, yuk Kenali Konsep Valuasi Startup!



Ketika kita berbicara mengenai perusahaan rintisan (startup), seringkali ditemukan istilah-istilah seperti unicorn atau decacorn. Istilah-istilah itu seolah sudah menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah startup dalam menggapai valuasi perusahaan. Namun— sebetulnya— apa itu valuasi dan mengapa kedua istilah tersebut sangat penting bagi perusahaan rintisan?

 

Mengenal Valuasi Perusahaan

Esensi valuasi dipahami sebagai sebuah nilai ekonomis dari sebuah perusahaan. Valuasi dihitung menggunakan beberapa model valuasi dengan tujuan untuk mengetahui sebuah nilai wajar (fair value) dari sebuah perusahaan atau unit bisnis. 

 

Kembali ke istilah unicorn-decacorn tadi, istilah-istilah tersebut lebih merupakan ‘gelar’ bagi suatu perusahaan rintisan. Istilah unicorn biasanya diberikan kepada perusahaan startup yang telah memiliki valuasi di atas USD 1 billion atau sekitar Rp14,4 triliun. Sedangkan, istilah decacorn diberikan pada perusahaan startup dengan valuasi di atas USD 10 billion atau sekitar Rp144 triliun.

 

Apa Arti dari Valuasi Tersebut? 

Singkatnya, untuk membeli keseluruhan atau 100% kepemilikan sebuah perusahaan dengan valuasi USD 1 billion, maka calon pembeli harus menyiapkan dana sebesar USD 1 billion untuk dibayarkan kepada pemilik perusahaan tersebut. Fantastis bukan?

 

Mengapa Penting untuk Menentukan Valuasi Perusahaan 

Perhitungan valuasi perusahaan akan memberikan sebuah nilai wajar (fair value) dari sebuah perusahaan. Hal ini menjadi sangat penting terutama ketika perusahaan akan menerima pendanaan dari investor eksternal atau ketika perusahaan hendak melakukan transaksi jual-beli perusahaan seperti dalam hal penggabungan dan akuisisi (merger and acquisition).

 

Bagi startup, peran besar investor antara lain adalah sebagai penyedia dana untuk mengakselerasi pengembangan pasar dan produk perusahaan. Ketika berhadapan dengan investor, valuasi perusahaan akan menjadi dasar dalam menentukan jumlah lembar saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan kepada investor. Dalam kata lain, nilai valuasi sebuah perusahaan akan menentukan seberapa besar porsi kepemilikan investor baru dalam sebuah perusahaan. 

 

Dari sudut pandang founder dan pemilik perusahaan, tentunya mereka menginginkan perusahaannya dinilai dengan valuasi setinggi mungkin. Dengan demikian, ketika ada investor baru yang masuk, porsi kepemilikan mereka akan terdilusi seminimal mungkin. Selain itu, valuasi yang tinggi menandakan bahwa saham yang mereka miliki juga bernilai lebih tinggi. Hal tersebut akan sangat berperan jika kelak mereka memutuskan untuk menjual saham tersebut, maka mereka pun bisa menikmati hasil yang lebih besar.

 

Sedangkan, dari kacamata investor, tentunya mereka menghendaki valuasi perusahaan serendah-rendahnya. Dapat dianalogikan seperti ketika Anda hendak membeli sebuah mobil. Tentunya sebagai pembeli Anda ingin mendapatkan mobil tersebut dengan harga serendah mungkin. Selain untuk mendapatkan good deal, investor juga mengincar porsi kepemilikan perusahaan yang lebih besar agar mereka dapat memiliki kontrol serta manfaat ekonomi yang lebih besar dari perusahaan.

 

Maka dari itu, penting bagi seorang founder startup untuk memiliki pemahaman terkait bagaimana menentukan valuasi perusahaannya sebelum bertemu dengan calon investor agar nantinya kedua belah pihak (founder dan investor) bisa mendapatkan sebuah kesepakatan yang fair atau tidak timpang sebelah. 

 

Pre-money dan Post-money Valuation

 

Lebih lanjut, terdapat dua jenis valuasi, yakni valuasi pre-money dan valuasi post-money. Seperti namanya, valuasi pre-money merupakan nilai ekonomis sebuah perusahaan sebelum mendapatkan suntikan dana investasi. Sedangkan, valuasi post-money merupakan nilai ekonomis suatu perusahaan setelah mendapatkan suntikan dana investasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:

 

 

atau

 

 

Contoh

Sebuah perusahaan memiliki valuasi akhir sebesar USD 2,000,000 juta setelah disuntik dana sebesar USD 500,000, maka valuasi perusahaan tersebut sebelum terjadi investasi (pre-money) adalah sebesar USD 1,500,000.

 

Cara Menentukan Valuasi Startup

Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menentukan nilai valuasi sebuah perusahaan. Khusus bagi startup, terdapat beberapa metodologi perhitungan valuasi yang umumnya digunakan oleh investor profesional seperti venture capital. Hal ini disebabkan startup— terutama startup teknologi— biasanya merupakan perusahaan baru sehingga tidak memiliki histori keuangan yang jauh, tetapi memiliki potensi untuk tumbuh besar secara cepat. 


 

Berikut merupakan beberapa metode valuasi startup yang umum digunakan:

 

1. Scorecard Valuation Method

 

Metode Valuasi Scorecard umum digunakan oleh investor profesional dalam menentukan sebuah nilai perusahaan startup yang masih minim atau pre-revenue (belum ada pendapatan). Caranya adalah dengan menilai sebuah perusahaan dengan kartu skor yang terdiri dari faktor-faktor yang berperan penting dalam kesuksesan sebuah startup.

Diadaptasi dari Brex.com (2021), berikut adalah contoh kartu skor:

 

Faktor

Skor Maksimal

Skor

Kekuatan Founder dan Tim

30%

 

Besarnya Pasar dan Opportunity

25%

 

Produk atau Layanan

15%

 

Kompetisi

10%

 

Marketing, Sales & Partnership

10%

 

Kebutuhan Pendanaan Tambahan

5%

 

Lainnya

5%

 

Total

100%

 

 

Perlu diingat bahwa setiap investor mungkin memiliki preferensi tersendiri yang menitikberatkan salah satu faktor lebih daripada yang lain. 

Untuk menghitung valuasi, jumlahkan skor total yang didapatkan. Selanjutnya skor total tersebut dikalikan dengan valuasi rata-rata perusahaan yang ada di sektor atau industri startup tersebut. Hasil yang didapatkan merupakan nilai valuasi pre-money perusahaan tersebut. 


 

2. Discounted Cash Flow Valuation Method

 

Metode Valuasi Discounted Cash Flow (DCF) menghitung sebuah nilai ekonomis perusahaan berdasarkan pada kinerja perusahaan di masa depan dengan memfaktorkan bahwa nilai pendapatan masa depan bernilai lebih rendah hari ini daripada di masa depan. Hal ini demikian karena metode ini memperhitungkan sebuah konsep yaitu nilai waktu dari uang (time value of money).

 

Analogi sederhananya seperti ini -- apabila kamu diberikan sebuah pilihan: pilih terima uang Rp 1 juta hari ini atau Rp 1 juta bulan depan, tentu kamu lebih memilih uang hari ini karena ada risiko bahwa orang tersebut mungkin ingkar janji dalam memberikan kamu uang sesuai janjinya di bulan depan.

 

Ketika menilai startup menggunakan metode DCF, nilai pendapatan masa depan akan diskon ke nilainya hari ini. Hal ini disebabkan oleh risiko yang terkait dengan arus kas masa depan (apakah akan benar-benar terealisasi) dan pengurangan nilai mata uang dari waktu ke waktu dikarenakan inflasi.

 

Untuk membuat model valuasi DCF diperlukan pemahaman untuk membuat proyeksi keuangan, menghitung free cash flows (FCFs), menghitung terminal value dan menentukan besaran diskon yang tepat. Biasanya, dalam valuasi startup yang masih awal (early-stage), investor memberikan diskon yang besar dikarenakan terdapat risiko besar kalau startup tersebut tidak dapat merealisasikan performanya sesuai proyeksi. Untuk itu, gunakan konsultan yang tepat untuk membantu kamu dalam membangun model valuasi menggunakan metode DCF.


 

3. Metode Venture Capital

 

Sesuai namanya, metode ini sangat populer digunakan oleh modal ventura (venture capital) di seluruh dunia. Cara ini juga dapat digunakan apabila startup masih menghasilkan sedikit atau belum memiliki pendapatan karena menggunakan pendapatan di masa depan sebagai dasar perhitungan. 

 

Langkah awal untuk menggunakan metode ini adalah dengan menghitung terminal value sebuah startup. Terminal Value atau yang umum pula disebut Exit Value merupakan valuasi yang diharapkan ketika sebuah startup dijual di masa mendatang. 

 

Langkah selanjutnya adalah menentukan rasio Return on Investment (ROI) yang diinginkan. Pada umumnya, venture capital hanya akan tertarik berinvestasi di startup yang memiliki peluang untuk tumbuh besar secara cepat dan berharap pada ROI yang besar, misalkan 10x atau 1000%. Selanjutnya, dapat dihitung besaran nilai post-money valuation startup tersebut.  

Rumusnya adalah sebagai berikut:

 

 

Terakhir, gunakan rumus berikut untuk menentukan besaran pre-money valuation:

 

 

Art vs Science dalam Valuasi Startup

Memang betul kalau terdapat unsur science dalam menentukan sebuah valuasi yang pas bagi startup. Namun, kegiatan investasi merupakan kegiatan hubungan bisnis di mana tak hanya terjadi berdasarkan analisis angka atau number crunching saja. Menurut Danang Firdaus, Co-Founder & COO Konsultanku, ada faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap valuasi antara lain:

 

  1. Industri atau vertical termasuk apakah industri tersebut sedang naik daun, atau sudah “basi” di mata para investor profesional, serta kapabilitas, pengalaman, koneksi dan pengetahuan para founder dalam domain industri tersebut.
  2. Investor lain yang sudah masuk terlebih dahulu di perusahaan. Terutama apabila investor tersebut memiliki nilai strategis atau track record yang baik dalam “picking the winning horses”.
  3. Kemampuan komunikasi para founder, terutama sang CEO dalam presentasi dan storytelling

 

Maka dari itu, dalam menentukan valuasi startup— terutama startup early-stage— tidak melulu berdasarkan metode valuasi kuantitatif. Penilaian valuasi startup bahkan dapat cenderung “more art than science”.

 

Menentukan valuasi startup merupakan pekerjaan yang cukup menantang— terutama bagi para founder perusahaan startup yang tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis atau keuangan. Dari sinilah peran konsultan sangat diperlukan untuk membantu founder dalam menentukan nilai perusahaan sehingga dapat memberikan kepastian dan kenyamanan bagi founder dalam negosiasi valuasi dengan calon investor. 


Konsultanku adalah platform konsultasi online dan jasa profesional yang telah dipercaya oleh ratusan UMKM di Indonesia. Temukan solusi terbaik di bidang akuntansi, pajak, dan legal untuk individu dan bisnis dari 300+ Mitra Profesional Konsultanku hari ini. Klik Konsultanku sekarang!

 

Artikel ini ditulis oleh Danang Firdaus, Co-founder & COO Konsultanku yang juga seorang konsultan profesional bidang startup dan fundraising.


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi