Hi sahabat Konsultanku, KonsultanKu

Sudah awal bulan nih, kalian sudah membuat perencanaan budget keuangan bulan ini belum? Mumpung masih awal bulan dan dompet masih tebal gak ada salahnya diterapkan. Berikut tipsnya:

an image

 

1. Semua orang mempunyai pengeluaran dan pemasukan yang berbeda. Bagi Anda yang pemasukannya kecil namun memiliki pengeluaran wajib perbulannya seperti kebutuhan anak, kesehatan, sekolah, maka disarankan untuk membuat tabungan yang tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu (auto debet tiap bulan) yang jumlah tabungannya sesuai kemampuan.

 

Sejumlah Rp 100.000 pun tak apa. Yang penting konsisten. Kemudian, bila ada sisa dana pemasukan di akhir bulan, bisa juga dimasukkan ke tabungan ini. Maka alangkah baiknya jika pemikiran ini juga diaplikasikan untuk long term plan (Perencanaan Jangka Panjang).

Baca Juga:
Perusahaan Tidak Membayar Gaji Karyawan Boleh Dilaporkan ke Disnaker, Bagaimana Caranya?
Apa Itu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)
Cara Membuat Buku Besar Perusahaan Dagang, Lengkap dengan Contoh
Jenis-jenis Laporan Keuangan

 

Jadi jika Anda tidak mulai dari sekarang untuk menyisihkan tabungan Anda dan memulai perencanaan keuangan maka akan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam perencanaan dana pendidikan, dana kesehatan, dan lainnya.

 

Baca Juga:
Pentingkah Laporan Keuangan untuk UKM?
Tips Siapkan Dana Darurat
Liburan Asik dengan Budget Terjangkau
Resolusi Keuangan 2020

 

2. Bila pemasukan lebih besar, Anda bisa mengalokasikan 20% dari pemasukan untuk investasi dan tabungan. Pilih investasi yang Anda benar-benar Anda pahami efek positif dan negatifnya. Dan usahakan tabungan ini tidak diambil bila tidak ada keadaan darurat.

 

3. Bila sisa tabungan Anda masih berjumlah di atas 20% dari pemasukan, Anda bisa melirik bisnis properti, saham, obligasi atau menjadi pemodal suatu usaha yang tentunya memiliki return (keuntungan) yang lebih tinggi.

 

Sudah awal bulan nih, kalian sudah membuat perencanaan budget keuangan bulan ini belum? Mumpung masih awal bulan dan dompet masih tebal gak ada salahnya diterapkan. Berikut tipsnya:

 

 

1. Semua orang mempunyai pengeluaran dan pemasukan yang berbeda. Bagi Anda yang pemasukannya kecil namun memiliki pengeluaran wajib perbulannya seperti kebutuhan anak, kesehatan, sekolah, maka disarankan untuk membuat tabungan yang tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu (auto debet tiap bulan) yang jumlah tabungannya sesuai kemampuan.

 

Sejumlah Rp 100.000 pun tak apa. Yang penting konsisten. Kemudian, bila ada sisa dana pemasukan di akhir bulan, bisa juga dimasukkan ke tabungan ini. Maka alangkah baiknya jika pemikiran ini juga diaplikasikan untuk long term plan (Perencanaan Jangka Panjang).

 

Jadi jika Anda tidak mulai dari sekarang untuk menyisihkan tabungan Anda dan memulai perencanaan keuangan maka akan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam perencanaan dana pendidikan, dana kesehatan, dan lainnya.

 

2. Bila pemasukan lebih besar, Anda bisa mengalokasikan 20% dari pemasukan untuk investasi dan tabungan. Pilih investasi yang Anda benar-benar Anda pahami efek positif dan negatifnya. Dan usahakan tabungan ini tidak diambil bila tidak ada keadaan darurat. 

 

3. Bila sisa tabungan Anda masih berjumlah di atas 20% dari pemasukan, Anda bisa melirik bisnis properti, saham, obligasi atau menjadi pemodal suatu usaha yang tentunya memiliki return (keuntungan) yang lebih tinggi. 

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi