Apa Itu Restitusi Pajak?



Restitusi pajak dilakukan oleh pihak wajib pajak kepada negara untuk mengambil kembali haknya. Sehingga negara atau Direktur Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus mengembalikannya kepada wajib pajak.

Lalu apa itu restitusi pajak?

Pengertian Restitusi Pajak

Restitusi pajak merupakan permohonan dari wajib pajak yang ditujukan kepada negara. Permohonan tersebut adalah permintaan pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang merupakan hak bagi wajib pajak.

Sederhananya, negara akan mengembalikan atau membayarkan kembali pajak yang telah dibayar oleh wajib pajak. Hal semacam ini hanya terjadi jika jumlah pembayaran pajak melebihi jumlah pajak terutang.

Ketentuan ini hanya berlaku bagi wajib pajak yang tidak memiliki utang pajak lainnya.

Tujuan restitusi pajak adalah untuk melindungi hak wajib pajak dan menciptakan negara yang sehat. Sekaligus sebagai jaminan kepercayaan kepada wajib pajak dari pemerintah serta upaya transparansi dalam perhitungan pajak.

Sehingga wajib pajak berwenang untuk meminta kembali kelebihan pajak yang telah dibayarkan. Caranya?

Tata Cara Restitusi Pajak

Terdapat dua proses pengajuan pengembalian, yakni pengembalian pendahuluan dan Restitusi biasa. Proses pengembalian pendahuluan tergolong lebih cepat karena hanya diperuntukkan bagi wajib pajak tertentu tanpa pemeriksaan.

Sementara proses pengembalian dalam restitusi biasa harus melalui pengembalian pendahuluan dan pemeriksaan. Jangka waktu pemeriksaan sendiri terhitung 12 bulan sejak kelengkapan surat permohonan diterima.

Selanjutnya restitusi akan dilakukan apabila:

1. Terjadi pembayaran pajak dari wajib pajak sedangkan tidak terutang pajak, dan

2. Jumlah pajak yang dibayar oleh wajib pajak lebih besar dari yang seharusnya.

Jika ada pada dua kondisi penyebab terjadinya restitusi pajak, Anda dapat melakukan tata cara pengajuan pengembalian pajak:

1. Datangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat dan ajukan permohonan restitusi kepada Ditjen Pajak.

2. Setelah dilakukan pemeriksaan, Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) akan diterbitkan oleh Ditjen Pajak untuk:

- PPh apabila ada kelebihan jumlah kredit pajak dari pada pajak terutang. Serta adanya pembayaran tanpa ada pajak terutang.

- PPN, apabila PPN telah memungut pajak terutang, maka sebelum pengembalian jumlah pajak akan dikurangi pemungutan tersebut.

- PPnBM apabila terjadi pembayaran pajak yang tidak seharusnya terutang atau lebih besar dari jumlah pajak terutang.

3. Penerbitan SKPLB akan dilakukan pada 12 bulan setelah penerimaan surat permohonan lengkap dari wajib pajak. Namun Ditjen Pajak dapat membuat keputusan terhadap ketetapan lain terkait suatu kegiatan tertentu.

4. Bila Ditjen Pajak tidak kunjung memberikan keputusan dalam jangka waktu 12 bulan, artinya permohonan dikabulkan. Maka paling lambat 1 bulan setelah jangka waktu berakhir, Ditjen Pajak akan menerbitkan SKPLB.

5. Selanjutnya akan ada imbalan bunga sebesar 2% per bulan bagi wajib pajak apabila SKPLB terlambat diterbitkan. Bunga akan dihitung sejak jangka waktu berakhir sampai SKPLB diterbitkan.

Selain menerapkan tata cara tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum mengajukan restitusi Pajak.

Perhatikan Ini Saat Mengajukan Restitusi Pajak

Bila tidak memiliki pengalaman restitusi pajak, pastikan beberapa hal berikut sebelum mengajukan restitusi pajak, diantaranya:

- Memenuhi kewajiban setor bayar lapor

Pastikan wajib pajak tidak ada sanksi administrasi terkait keterlambatan dan pelaporan pajak serta tunggakan pajak.

- Sesuaikan pengajuan dengan jenis kegiatan usaha

Permohonan pengajuan pengembalian pembayaran yang diajukan oleh wajib pajak harus sesuai dengan kegiatan usaha.

- Bagi PKP, harus memenuhi kewajiban PPN

Setiap wajib pajak harus memenuhi semua kewajiban perpajakan sebelum melakukan permohonan pengembalian.

 

Apakah Anda seorang pelaku usaha yang terkendala dalam urusan perpajakan? Konsultanku jawabannya. Sebuah platform yang menghubungkan konsultan/profesional dibidang akuntansi, keuangan dan perpajakan.

Maka dari itu, sebagai seorang wajib pajak, patuhi peraturan yang berlaku saat mengajukan restitusi pajak. Kenali dengan baik hak dan kewajiban Anda sebagai pelaku wajib pajak.


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi