Gampang! Pahami Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam akuntansi, terdapat istilah tiga jenis perusahaan yang tentunya beroperasi untuk menghasilkan laba, yakni perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa.

an image

 

Ketiganya tentu memiliki cara operasi yang berbeda dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaannya demi menghasilkan keuntungan. Nah, pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang siklus akuntansi pada perusahaan dagang.

 

Baca Juga:
Pahami 2 Metode dalam Mencatat Persediaan Barang Dagang!
Pencatatan Dividen dalam Akuntansi
Gampang! Pahami Faktor Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi
Tahap Perencanaan dalam Proses Audit Laporan Keuangan

 

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Sebelum meloncat lebih jauh ke tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang, ada baiknya jika Anda memahami dulu hakikat dari perusahaan dagang itu sendiri, bukan?

 

Apa itu Perusahaan Dagang?

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, ketiga jenis perusahaan yang disebutkan di atas, memiliki perbedaan dalam cara beroperasinya. Pada dasarnya, perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang sama-sama menjual barang. Namun, meskipun sama-sama menjual produk berupa barang, tetap saja ada perbedaan diantara keduanya.

Baca Juga:
Bagaimana Cara Menghitung Payroll Gaji Karyawan?
Fungsi dan Pentingnya Purchase Order Bagi Bisnis
Stock Opname: Pemahaman dari Sudut Pandang Operasional dan Audit
Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi?

 

Berbeda dengan perusahaan manufaktur yang memasarkan hasil produksinya sendiri, perusahaan dagang tidak memproduksi dagangannya sendiri, dalam artian tidak mengolah bahan baku menjadi produk. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan dagang akan membeli produk jadi yang dibuat perusahaan lain, lalu menjualnya kembali kepada konsumen dengan mengambil keuntungan.

 

Berdasarkan gambaran tersebut, terlihat bahwa perusahaan dagang adalah perusahaan yang hanya melakukan kegiatan stok barang tanpa mengubah komponen dalam produk yang dibelinya untuk meningkatkan nilai jual produk dengan sengaja. Salah satu contoh jenis perusahaan dagang antara lain perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang retail seperti supermarket dan minimarket.

 

Ciri Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang juga memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa. Ciri perusahaan dagang adalah sebagai berikut:

 

Baca Juga: Akuntansi Dasar: Mengenal Akuntansi dari Nol

 

Membeli dan Menjual Kembali tanpa Mengolah Komponen dalam Produk
Dari definisi perusahaan dagang di atas, diketahui bahwa perusahaan dagang hanya menjual kembali produk yang dibelinya dari perusahaan lain. Selain itu, perusahaan dagang tidak melakukan kegiatan pengolahan untuk meningkatkan nilai jual produknya.

 

Keuntungan Murni dari Penjualan
Karena tidak melakukan pengolahan kembali yang berpotensi menaikkan daya jual produk, maka laba dalam perusahaan dagang sepenuhnya berasal dari keuntungan yang didapat dari selisih harga beli dengan harga jual produk.

 

Berperan sebagai Perantara
Berkaitan dengan kegiatan operasionalnya yang membeli produk jadi lantas menjualnya kembali, maka perusahaan dagang memiliki peran sebagai perantara antara produsen dengan konsumen.

 

 

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

‘Siklus akuntansi’ adalah istilah yang merujuk pada pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

 

Setelah berkenalan singkat dengan perusahaan dagang, sekarang Anda akan mempelajari tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi dagang sederhana. Pada perusahaan dagang dan jasa, terdapat beberapa tahapan dalam membuat laporan keuangan. Tahapan-tahapan inilah yang disebut sebagai ‘siklus akuntansi’. Dibaca sampai habis dan pastikan tidak ada yang terlewat, ya!


 

 


 

 


Jurnal

Laporan Keuangan pada dasarnya adalah pencatatan atas segala transaksi yang dilakukan perusahaan untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Oleh karena itu, hal yang harus dilakukan pertama-tama adalah mencatat segala transaksi berikut nominalnya ke dalam jurnal. Terdapat dua jenis jurnal, yakni Jurnal Umum dan Jurnal Khusus. Jurnal Umum mencatat detail transaksi seluruh akun menjadi satu. Sedangkan, pencatatan akun pada Jurnal Khusus dibedakan berdasarkan transaksinya yang mencakup jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian, dan jurnal penjualan.

Jurnal Umum lebih cocok untuk perusahaan yang transaksinya tidak terlalu banyak. Adapun Jurnal Khusus malah akan lebih efisien jika diaplikasikan untuk perusahaan yang memiliki banyak transaksi.

 

 

Buku Besar
Selesai dengan Jurnal, perusahaan dagang biasanya membuat Buku Besar Pembantu yang merupakan bagian dari Buku Besar. Buku Besar Pembantu bertugas ‘membantu’ perincian data lebih lanjut dalam akun tertentu (akun piutang dan utang).

Data yang diposting ke dalam Buku Besar berasal dari Jurnal Umum dan Jurnal Khusus. Pada proses pemostingan Buku Besar inilah para akuntan ditantang ketelitiannya karena sald debit dan kredit harus dipastikan balance.

 

Neraca Saldo (Belum Disesuaikan)

Neraca saldo yang belum disesuaikan adalah daftar semua akun bisnis yang akan muncul di laporan keuangan sebelum entri jurnal penyesuaian akhir tahun dibuat. Oleh karena itulah disebut ‘belum disesuaikan’ karena ibarat ‘saldo percobaan’ yang belum disesuaikan. Data dalam neraca saldo bersumber dari Buku Besar.

 

Jurnal Penyesuaian

Merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode yang berfungsi untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi, tetapi belum dicatat. Jurnal penyesuaian digunakan pula untuk mencatat transaksi yang telah dicatat, tetapi memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

 

 

Neraca Saldo yang Disesuaikan

Langkah terakhir sebelum laporan keuangan adalah membuat neraca saldo yang disesuaikan. Tahap ini merupakan penyesuaian antara neraca saldo sebelum disesuaikan dengan jurnal penyesuaian sehingga menghasilkan ‘neraca saldo yang disesuaikan’.

 

Laporan Keuangan

Informasi yang tercantum di dalam neraca saldo yang disesuaikan, kemudian dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Entri laporan keuangan antara lain meliputi harta, modal, dan utang yang dimiliki perusahaan. Hasil laporan keuangan akan memberikan informasi mengenai kekuatan dan posisi keuangan perusahaan.

 

Jurnal Penutup

Entri jurnal penutup terdiri dari akun-akun yang terdapat di laporan laba-rugi, yakni akun pendapatan dan biaya. Pada jurnal penutup, dilakukan penghapusan akun sementara dan memindahkan (transfer) saldo mereka ke akun permanen.

 

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Penyesuaian pada ‘neraca saldo setelah penutupan’ adalah berdasarkan penyesuaian yang dilakukan pada neraca saldo dengan jurnal penutup. Dengan demikian, neraca saldo setelah penutupan diisi dengan daftar akun atau akun permanen yang masih memiliki saldo setelah jurnal penutup dibuat.

 

Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik, misalnya dibuat untuk mencatat akrual pada tahun sebelumnya atau mencatat pendapatan yang diterima di muka.

 

Nah, sekarang Anda sudah mendapatkan pemahaman akan step-by-step dalam siklus akuntansi, bukan? Dengan pemahaman ini, Anda dapat menyusun laporan keuangan untuk perusahaan dagang Anda dengan lebih cermat. Jika nanti Anda kebingungan di tengah-tengah proses penyusunan laporan keuangan, jangan risau. Saat ini sudah banyak para konsultan profesional yang menawarkan solusi dan penyelesaian atas masalah-masalah Anda!

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi