Ingin Pitch Deck-mu Dilirik Investor? Simak Tips dan Tutorial Menyusun Pitch Deck



    

Tahukah kamu bahwa pitch deck memiliki andil yang sangat besar dalam keberhasilan suatu perusahaan untuk mendapatkan pendanaan?

 

Nah, oleh karena itulah, sangat penting bagi suatu perusahaan untuk menyusun pitch deck yang baik agar dapat menarik para investor. Lalu, apa saja yang harus ada dalam pitch deck dan bagaimana cara menyusun pitch deck yang baik?

 

Berikut kami siapkan tips dan tutorial membuat Pitch Deck yang baik dilengkapi dengan contoh. Silahkan dibaca hingga tuntas, ya.

 

Struktur Pitch Deck yang Baik dan Disukai Investor

Menurut Danang Firdaus, Co-Founder & COO Konsultanku, sebuah Pitch Deck yang baik sebaiknya memiliki struktur sebagai berikut:

 

Problem

Pada bagian ini, jelaskanlah permasalahan apa yang tengah diselesaikan oleh startup milikmu. Pitch Deck yang baik harus bisa menjelaskan permasalahan ini sesingkat mungkin, tetapi tetap mudah dimengerti dan membuat audience dapat merasakan (relate) dengan permasalahan tersebut.

Contoh: Sulitnya mencari dan membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai maskapai penerbangan.

 

Solution

Seperti namanya, bagian ini berisi penjelasan mengenai solusi atau terobosan apa yang ditawarkan startup kamu untuk menjawab atau menyelesaikan masalah-masalah yang telah dipaparkan pada bagian Problem.

Contoh: Sebuah aplikasi yang mampu mencari serta membandingkan harga tiket dari berbagai maskapai penerbangan, sekaligus dapat diakses dimanapun dan kapanpun.

 

Market

Memaparkan seberapa besar pangsa pasar atau target market calon pengguna, customer, atau klien. Pada tahapan ini, lakukanlah riset pasar yang baik yang bersumber dari sumber yang kredibel sehingga dapat memberikan data yang valid dan terpercaya. Kalau perlu, kamu dapat memanfaatkan jasa market research atau langsung melakukan penelitian di pasar.

Contoh: Menurut Perusahaan Market Research X, online ticketing industry di Asia Tenggara pada tahun 2019 bernilai USD 5 Miliar dan diperkirakan akan terus tumbuh sebesar 5-10% per tahun.

 

Baca Juga: Mari Berkenalan dengan Pitch Deck Sebelum Memulai Startup

 

Business Model

Bagian ini memuat informasi tentang bagaimana cara perusahaan startup-mu dapat menghasilkan pendapatan (revenue). Ingat, gunakan bahasa yang to the point dan hindari menjelaskan proses bisnis secara berlebihan agar menghindari kebingungan.

Contoh: Perusahaan kami mendapatkan komisi sebesar 5-7% per transaksi dari ticketing partners atau maskapai penerbangan.

 

Traction

Pada bagian ini, jelaskanlah dengan singkat tentang performa, progress, atau perkembangan startup kamu. Matriks yang biasa disampaikan antara lain, jumlah customer, mitra, klien, serta berapa nilai transaksi dan pendapatan hingga saat ini.

Contoh: Sejak diluncurkan, aplikasi kami telah diunduh oleh 50 ribu pengguna Android dan iOS. Kami telah bermitra dengan 8 maskapai penerbangan dalam dan luar negeri serta telah memproses transaksi senilai lebih dari Rp 5 miliar.

 

Team

Diisi dengan informasi mengenai terdiri dari apa dan siapa saja tim dalam perusahaan startup-mu. Dalam hal ini, berusahalah untuk meyakinkan para investor bahwa tim kamu layak diberi kepercayaan.

Contoh: Pendiri perusahaan kami terdiri dari founder A (CEO) seorang lulusan Universitas Indonesia dengan pengalaman di bidang travel agent selama 10 tahun, founder B (CPO) yang berpengalaman di bidang software engineering selama 7 tahun dan sebelumnya bekerja di startup unicorn, serta founder C (CFO) alumni Harvard Business School yang berpengalaman di bidang investment banking selama 6 tahun.

 

Fundraising Needs/Ask

Pada bagian ini, beritahu para calon investor secara terus terang terkait besar suntikan dana yang dibutuhkan perusahaan. Jangan lupa juga untuk menjelaskan secara singkat tujuan penggunaan dana serta gambaran hasil yang akan didapatkan dari pengelolaan dana tersebut.

Contoh: Perusahaan kami mencari pendanaan tahap Seed Round sebesar: USD 350 ribu. Dana tersebut akan kami gunakan sebanyak 30% untuk pengembangan bisnis, 50% pengembangan produk, dan 20% untuk biaya operasional.

 

Konsultanku adalah platform konsultasi online dan jasa profesional yang telah dipercaya oleh ratusan UMKM di Indonesia. Temukan solusi terbaik di bidang akuntansi, pajak, dan legal untuk individu dan bisnis dari 300+ Mitra Profesional Konsultanku hari ini. Klik Konsultanku sekarang!

     


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi