Pengertian Penghasilan Kena Pajak (PKP) dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)



Sebagai warga negara yang taat pajak, kita dihimbau untuk membayar dan melaporkan pajaknya ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) baik secara online atau offline. Berikut akan kita pelajari mengenai Penghasilan Kena Pajak (PKP) dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

 

Penghasilan Kena Pajak

 

Penghasilan kena pajak (pkp) adalah penghasilan yang dijadikan dasar untuk menghitung Pajak Penghasilan (PPh). Hal tersebut diatur dalam UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Dalam aturan tersebut penghasilan kena pajak dihitung dari penghasilan kotor dikurang dengan upah untuk mengumpulkan dan menjaga penghasilan. Kemudian jika kasus demikian hasilnya rugi maka akan digantikan oleh penghasilan tahun pajak selanjutnya sampai dengan lima tahun kedepan.

 

Tarif penghasilan kena pajak terbagi dalam dua jenis berdasarkan subjek pajaknya, yaitu:

 

  • Tarif penghasilan kena pajak dikenakan kepada wajib pajak orang pribadi (WP OP) dalam negeri

  • Tarif penghasilan kena pajak yang dikenakan kepada wajib pajak badan dalam negeri atau Bentuk Usaha Tetap (BUT)

 

Tarif yang dikenakan untuk keduanya berbeda. Untuk tarif penghasilan kena pajak dibedakan berdasarkan jumlah penghasilannya:

 

  • Penghasilan 

  • Penghasilan Rp 50.000.000 - Rp 250.000.000 per tahun dikenakan tarif PPh sebesar 15%

  • Penghasilan Rp 250.000.000 - Rp 500.000.000 per tahun dikenakan tarif PPh sebesar 25%

 

 

 

Sementara untuk wajib pajak badan dalam negeri atau BUT dikenakan tarif PPh sebesar 28% dari jumlah penghasilan keseluruhan. Pajak yang telah disetorkan akan masuk ke dalam kas negara untuk tujuan memajukan perekonomian bangsa.

 

 

 

Baca Juga : Pelajari Yuk, Jasa Kena Pajak (JKP) dan Jasa Tidak Kena Pajak

 

 

 

Perhitungan Penghasilan Kena Pajak

 

 

 

Setelah memahami pengertian dan tarif PPh Penghasilan Kena Pajak (PKP), berikut contoh perhitungan dari pajak ini.

 

 

 

Rudi adalah seorang wajib pajak yang taat pajak. Ia memiliki penghasilan sebesar Rp 100.000.000 per tahun. Cara menghitung PPh yang wajib dibayarkan Rudi adalah:

 

 

 

=Rp 50.000.000 x 5% = Rp 2.500.000

 

 

 

=(Rp 100.000.000 - Rp 50.000.000*) x 15% = Rp 7.500.000

 

 

 

*dikurangi Rp 50.000.000 karena Rp 50.000.000 tersebut sudah dikalikan dengan tarif 5%

 

 

 

Jadi jumlah pajak yang wajib dibayar adalah

 

 

 

=Rp 2.500.000 + Rp 7.500.000 = Rp 10.000.000.

 

 

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak

 

 

 

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan besaran dari penghasilan yang tidak dikenakan, artinya seseorang tidak perlu membayar pajak apabila gaji bulanan tidak mencapai ketentuan PTKP. Meski sudah diringankan bebannya, orang tersebut tetap wajib melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT).

 

 

 

Pada ketentuan tarif PTKP 2019 yang disusun dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 101/ PMK.010/2016. Sedangkan untuk peTKrhitungan lebih detail ada di dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016. Untuk ketentuan PTKP bagi pegawai diatur dalam PMK No. 102/PMK.010/2016 yang belum berubah hingga sekarang.

 

 

 

Ketentuan PTKP yang sampai saat ini dijalankan yaitu sebagai berikut:

 

 

 

  • Wajib pajak pribadi berstatus tanpa tanggungan sebesar Rp. 54.000.000

  • Penghasilan istri ditambah dengan penghasilan suami sebesar Rp. 54. 000.000

  • Wajib pajak pribadi dengan status kawin mendapat tambahan sebesar Rp. 4.500.00

  • Setiap anggota keluarga sedarah yang menjadi tanggungan (maksimal 3 tanggungan) mendapat tambahan sebesar Rp. 4.500.000

 

 

 

Baca Juga : Jenis PPN: Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

 

 

 

Status Penghasilan Tidak Kena Pajak

 

 

 

Dalam Penghasilan Tidak Kena Pajak, tidak hanya tarif namun status PTKP juga penting untuk dipahami. Status tersebut ditulis menggunakan kode-kode. Penjelasan mengenai sejumlah kode PTKP diuraikan sebagai berikut.

 

 

 

Status Lajang

 

 

 

  • TK/0 artinya seorang yang belum menikah dan tidak mempunyai tanggungan

  • TK/1 artinya seorang yang belum menikah namun memiliki satu tanggungan

  • TK/2 artinya seorang yang belum menikah dan mempunyai dua tanggungan

  • TK/3 artinya seorang yang belum menikah dan memiliki tiga tanggungan

 

 

 

Status Kawin

 

 

 

  • TK/0 artinya telah menikah dan tidak mempunyai tanggungan

  • K/1 artinya telah menikah dan memiliki satu tanggungan

  • K/2 artinya telah menikah dan memiliki dua tanggungan

  • K/3 artinya telah menikah dan memiliki tanggungan

 

 

 

Status PTKP Digabung

 

 

 

  • K/1/0 artinya penghasilan suami dan istri digabung dan tidak mempunyai tanggungan

  • K/1/1 artinya penghasilan suami dan istri digabung serta memiliki satu tanggungan

  • K/1/2 artinya penghasilan suami dan istri digabung serta memiliki dua tanggungan

  • K/1/3 artinya penghasilan suami dan istri digabung serta memiliki tiga tanggungan

 


Jika memiliki masalah perpajakan untuk bisnis Anda, segera konsultasikan bersama Konsultanku. Konsultanku merupakan platform yang akan menghubungkan Anda dengan para konsultan ahli dan profesional di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.konsultanku.co.id

 

 

 

 

 

 

 


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi