Bedanya Faktur Biasa dengan Faktur Pajak



Faktur dalam Kegiatan Bisnis

 

Aktivitas bisnis baik yang berskala kecil seperti toko kelontong hingga yang berskala besar seperti perusahaan, pasti membutuhkan bukti-bukti transaksi yang berfungsi mencatat barang-barang yang dibeli oleh pelanggan.

 

Anda yang pernah berbelanja berbagai kebutuhan di supermarket pasti mengenal istilah struk atau nota pembelian. Nah, nota pembelian adalah salah satu contoh bukti transaksi bisnis. Untuk perusahaan besar, biasanya digunakan faktur atau invoice— bentuk lain dari nota pembelian. Namun, istilah faktur tidak hanya digunakan dalam aktivitas bisnis saja. Di dunia perpajakan juga dikenal istilah ‘faktur pajak’.

 

Lantas, apa perbedaan keduanya?

 

Perbedaan Faktur Biasa dengan Faktur Pajak

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Istilah faktur atau invoice juga umum digunakan dalam dunia bisnis. Akan tetapi, makna ‘faktur’ di sini jadi berbeda jika kita berbicara mengenai ‘faktur pajak’.

 

Berikut ini akan dibahas beberapa perbedaan antara faktur (invoice) biasa dengan faktur pajak.

 

Baca Juga: 4 Fungsi Pajak bagi Pembangunan Negara

 

Faktur Biasa

 

Faktur (invoice) dalam kegiatan bisnis merujuk pada sebuah dokumen yang digunakan sebagai bukti pembayaran dalam transaksi jual beli dan bersifat wajib. Biasanya, informasi yang tercantum disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

 

Umumnya, faktur memiliki 3 lembar salinan. Lembar pertama diserahkan kepada pembeli yang sudah melunasi transaksi. Lembar kedua untuk arsip penjualan, serta lembar ketiga yang digunakan untuk laporan kepada bagian keuangan.

 

Faktur Pajak

 

Berbeda dengan faktur biasa, faktur pajak berisi bukti pungutan pajak dari PKP (Pengusaha Kena Pajak) untuk penjualan barang dan/atau jasa yang dikenakan pajak.

 

Jika faktur biasa bersifat wajib bagi seluruh pelaku usaha, faktur pajak belum tentu diterbitkan oleh semua pengusaha. Sebab, faktur pajak hanya diwajibkan kepada Pengusaha Kena Pajak (PKP). Jika Anda merupakan pelaku usaha yang bukan PKP, maka Anda tidak dapat dan tidak boleh menerbitkan faktur pajak.

 

Meskipun faktur biasa dan faktur pajak memiliki sejumlah perbedaan, tetapi keduanya memegang peranan yang sama-sama penting bagi perusahaan. Jangan lupa, Pengusaha Kena Pajak (PKP) memiliki kewajiban untuk menerbitkan keduanya, ya!


Konsultanku adalah platform konsultasi online dan jasa profesional yang telah dipercaya oleh ratusan UMKM di Indonesia. Temukan solusi terbaik di bidang akuntansi, pajak, dan legal untuk individu dan bisnis dari 300+ Mitra Profesional Konsultanku hari ini. Klik Konsultanku sekarang!


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi