Indonesia Kembali Turun Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Tahun lalu, kelas penghasilan negara Indonesia berada di level menengah ke atas (upper middle income country). Akan tetapi, per Juli 2021 Bank Dunia menurunkan kelas Indonesia menjadi negara dengan berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country). Mengapa bisa demikian?

an image

 

Keputusan penurunan kelas tersebut pastinya bukan tanpa alasan. Penurunan kelas yang dilakukan oleh Bank Dunia berpatokan pada laporan turunnya Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita di negara Indonesia setahun terakhir. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan terbanyak terjadi pada kuartal II 2020 yang mencapai minus 5,32 persen.

 

Kementerian Keuangan menganggap bahwa penurunan PNB per kapita ini tidak terlepas dari dampak COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu. Baginya, pandemi ini telah menjadi tantangan terbesar bagi perekonomian Indonesia. Namun, ia menganggap bahwa penurunan ini memang tak dapat dihindari, sebab kondisi serupa juga dirasakan oleh banyak negara di dunia. Raksasa Amerika misalnya, terdampak pahit akibat banyaknya cafe-cafe yang merugi dan gulung tikar selama pandemi berlangsung.

 

Meskipun demikian, hal ini tetap disayangkan mengingat sektor perekonomian suatu negara justru relatif tumbuh pesat jika di dalamnya terdapat banyak UMKM aktif. Bisnis berbentuk apapun memang relatif dijalankan dengan perputaran ekonomi yang cepat sehingga mendorong terbukanya lapangan-lapangan kerja baru. Hal inilah yang sebetulnya banyak membantu negara dalam meningkatkan pendapatan per kapita. Untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Anda tak harus merintis usaha dalam skala besar. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) sudah cukup membantu pertumbuhan perekonomian negara, apalagi jika UMKM yang Anda jalankan membutuhkan tenaga-tenaga kerja operasional sehingga lowongan kerja pun bertambah banyak.

 

 

Baca Juga: 4 Cara Mengembangkan UMKM Berdasarkan Data Survey Ekonomi

 

Kenapa UMKM Harus Mulai dari Sekarang?

Berbeda dari kemerosotan pada tahun sebelumnya, pada 2021 ini UMKM melonjak lagi. Beberapa bulan terakhir, pemerintah melalui Kemenkeu aktif menggalakkan kemajuan UMKM yang dijalankan masyarakat, mulai dari menyederhanakan proses perizinan hingga memberi keringanan dan pembebasan biaya perizinan.

 

Selain itu, keresahan akan dampak pandemi di Indonesia pun kian memudar mengingat pemberian vaksin juga makin digalakkan oleh pemerintah. Hal tersebut membuat peluang berbisnis saat ini makin terbuka dan berjalan ke arah positif seiring berjalannya proses pemulihan ekonomi (economic recovery) pasca pandemi.

 

Bukan hal yang baru jika kemerosotan ekonomi selama pandemi selalu diikuti dengan economic boom. Pada pertengahan abad ke-14 misalnya, dunia juga pernah diguncangkan oleh pandemi mematikan yang dikenal dengan sebutan black death. Menyebar melalui tikus, virus yang membunuh sepertiga penduduk Eropa ini sangat memukul perekonomian dunia. Pengurangan penduduk dalam jumlah gila-gilaan mau tak mau membuat tenaga kerja pertanian pun kian merosot. Akibatnya, lahan-lahan yang tadinya produktif jadi terbengkalai.

 

Kelangkaan jumlah pekerja membuat para pekerja yang tersisa diperlakukan secara ‘lebih berharga’. Feodalisme (sistem ekonomi yang didasarkan pada status kebangsawanan) pun mulai ditinggalkan sebab orang-orang Eropa menjadi lebih independen dalam menentukan pekerjaan dan jumlah gaji yang diberikan. Pekerja-pekerja ini pun banyak yang pindah ke kota-kota besar dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Black death inilah yang memicu pudarnya sistem feodalisme dan digantikan dengan sistem kapitalisme.

 

Baca Juga: Implementasi Instrumen Pajak Bantu Pulihkan UMKM Melalui Program Perlindungan Ekonomi Nasional Selama Masa Covid-19

 

Dengan demikian, economic boom juga tidak mustahil terjadi di Indonesia mengingat usaha-usaha dalam pemulihan ekonomi (economic recovery) juga mulai terlihat hasilnya. Sekarang adalah waktu yang tepat bagi calon pelaku usaha untuk memulai UMKM demi mengantisipasi pemulihan ekonomi serta kemungkinan terjadinya economic boom di Indonesia.

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi