Pahami 6 Komponen dalam Laporan Perubahan Modal!



Seperti yang telah diketahui, perusahaan pada umumnya memiliki tiga laporan keuangan utama, yakni laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Tahukah Anda, ada satu jenis laporan keuangan yang akrab disebut sebagai ‘laporan keuangan mini’, yakni laporan perubahan modal.

 

Laporan Perubahan Modal

Tidak seperti julukannya, laporan perubahan modal atau laporan keuangan mini dibuat untuk memberikan informasi yang paling up to date tentang perubahan modal milik perusahaan.

 

Tidak heran, sebab laporan perubahan modal memang diciptakan untuk memberikan gambaran tentang perubahan-perubahan— baik peningkatan maupun penurunan— terhadap aktiva bersih (kekayaan) perusahaan selama periode tertentu.

 

Laporan keuangan ‘mini’ ini umumnya ditemukan pada perusahaan publik dengan struktur kepemilikan yang kompleks dan berandil besar dalam perubahan-perubahan akun ekuitas (modal) pada saat periode terkait.

 

Baca Juga: Biaya Overhead bagi Perusahaan dan Cara Menghitungnya

 

Mengapa Perubahan Modal Dapat Terjadi?

Latar belakang terjadinya perubahan modal antara lain sebagai berikut:

  1. Terdapat kenaikan pada sektor modal— baik itu modal yang asalnya dari laba, maupun pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan— yang berakibat pada bertambahnya modal kerja.

  2. Terdapat pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan pertambahan aktiva lancar. Hal ini dapat terjadi karena adanya penjualan aktiva tetap maupun adanya proses depresiasi. Dengan demikian, modal kerja pun akan bertambah.

  3. Terdapat penambahan utang jangka panjang– baik itu obligasi, hipotek, maupun hutang jangka panjang lainnya– yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar. Hal inilah yang membuat modal kerja bertambah.

  4. Perusahaan menderita kerugian— baik berupa kerugian normal maupun kerugian exidentil. Kerugian tersebutlah yang menyebabkan terjadinya pengurangan modal kerja.

  5. Pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang. Pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar ini akan mengurangi modal kerja.

  6. Terdapat penambahan atau pembelian aktiva tetap yang berpengaruh pada pengurangan modal kerja.

  7. Terdapat pengambilan pribadi (prive), yakni pengambilan uang atau barang yang dilakukan pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

 

Baca Juga: Memahami Purchase Requisition dan Perbedaannya dengan Purchase Order

 

6 Komponen Laporan Perubahan Modal

Ada beberapa hal yang terdapat dalam laporan perubahan modal, berikut pembahasan komponen-komponennya.

 

Modal Awal

Yang dimaksud modal awal yakni dana atau saldo yang diperoleh pada awal periode keuangan sebagaimana tercatat dalam laporan posisi keuangan periode sebelumnya.

 

Saldo yang Disajikan Kembali

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham pada awal periode komparatif setelah penyesuaian berkaitan dengan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan periode sebelumnya.

 

Dividen

Pembayaran dividen yang dilakukan selama periode terkait dengan cara mengurangi dari modal atau dari ekuitas pemegang saham.

 

Laba Rugi pada Periode Terkait

Laba rugi periode terkait mencakup saldo laba rugi pada periode tertentu sebagaimana terdapat dalam laporan laba rugi. Selain itu, saldo laba rugi pun mencakup laba ditahan dan laba bersih.

 

Laba ditahan, yakni laba yang tidak dibagi sebagai dividen. Laba yang ditahan tersebut biasanya dijadikan sebagai modal kembali. Adapun laba bersih adalah perhitungan total penghasilan dikurangi beban dan pajak.

 

Kerugian juga dapat dicatat bila lajur laba rugi bernilai kredit.

 

Modal Akhir

Pada akhir periode pelaporan, perusahaan umumnya mempunyai saldo cadangan modal yang terlihat dalam laporan posisi keuangan.

 

Dari saldo inilah, dapat diketahui apakah perusahaan berada dalam posisi untung atau malah merugi.

 

Komponen Lainnya

Komponen lainnya antara lain mencakup pengaruh koreksi kesalahan pada periode sebelumnya, perubahan cadangan revaluasi, perubahan modal saham, atau pengaruh kebijakan akuntansi.

 

Yang perlu Anda ingat adalah bahwa tiap-tiap perusahaan memiliki komponen atau unsur laporan yang berbeda-beda tergantung situasi dan jenis usaha yang dilakukan perusahaan tersebut.


Konsultanku adalah platform konsultasi online dan jasa profesional yang telah dipercaya oleh ratusan UMKM di Indonesia. Temukan solusi terbaik di bidang akuntansi, pajak, dan legal untuk individu dan bisnis dari 300+ Mitra Profesional Konsultanku hari ini. Klik Konsultanku sekarang!


< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi