Biaya Overhead bagi Perusahaan dan Cara Menghitungnya

Biaya Overhead

Jika diartikan secara sederhana, biaya overhead adalah biaya tambahan yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas operasional bisnis. Biaya overhead juga dapat diartikan sebagai biaya untuk pengeluaran yang tak terduga.

an image

 

 

Dalam pencatatan laporan keuangan, biaya overhead ditulis sebagai biaya lain-lain. Pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas operasional, misalnya adalah biaya untuk menggaji petugas keamanan. Biaya tak terduga, contohnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengganti bahan baku produksi yang dicuri.

Baca Juga:
Pahami 2 Metode dalam Mencatat Persediaan Barang Dagang!
Pencatatan Dividen dalam Akuntansi
Gampang! Pahami Faktor Permintaan dan Penawaran dalam Ekonomi
Tahap Perencanaan dalam Proses Audit Laporan Keuangan

 

Selain itu, biaya overhead juga dapat dikeluarkan jika perusahaan memiliki bagian lain di luar bagian produksi, misalnya bagian administrasi dan keuangan.

 

Klasifikasi Biaya Overhead

Klasifikasi biaya overhead penting untuk diketahui perusahaan agar memudahkan proses pencatatan biaya-biaya tersebut.

Baca Juga:
Bagaimana Cara Menghitung Payroll Gaji Karyawan?
Fungsi dan Pentingnya Purchase Order Bagi Bisnis
Stock Opname: Pemahaman dari Sudut Pandang Operasional dan Audit
Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi?

 

Klasifikasi biaya overhead terdiri dari tiga macam, yaitu biaya overhead tetap, biaya overhead variabel, dan biaya overhead semi-variabel.

 

 

Biaya Overhead Tetap

Biaya overhead tetap adalah biaya overhead yang dikeluarkan secara rutin. Dengan kata lain, terlepas dari turun-naik volume penjualan, biasanya nominal biaya ini akan selalu sama.

 

Biaya overhead tetap dapat berupa biaya sewa gedung, gaji untuk karyawan, dan asuransi kesehatan tenaga kerja.

 

Biaya Overhead Variabel

Kebalikan dari biaya overhead tetap yang nominalnya akan selalu sama, biaya overhead variabel cenderung mengalami perubahan seiring berjalannya waktu tergantung perubahan kondisi dan situasi.

 

Contoh biaya overhead variabel adalah biaya lembur dan anggaran untuk ATK (alat tulis kantor).

 

Biaya Overhead Semi-variabel

Terakhir, biaya overhead jenis ini memiliki sifat yang lebih fleksibel. Dalam artian: biayanya harus dibayarkan secara rutin dengan nominal yang berubah-ubah serta jadwal pembayaran yang tidak tentu. Biaya overhead semi-variabel misalnya adalah biaya telepon, biaya pengisian tinta printer, serta biaya air dan listrik.

 

Baca Juga: Rekonsiliasi Bank bagi Perusahaan

 

 

Cara Menghitung Biaya Overhead
 

Memisahkan Biaya Overhead

Pertama-tama, Anda harus memisahkan biaya langsung dengan biaya overhead terlebih dahulu. Cara membedakannya cukup mudah. Biaya langsung mencakup biaya-biaya yang berkaitan langsung dalam proses produksi barang atau jasa. Nah, biaya-biaya selain yang berkaitan langsung dengan produksi itulah yang termasuk ke dalam biaya overhead.

 

Agar pencatatan biaya menjadi lebih rapi, Anda dapat mengkategorikan biaya overhead sesuai klasifikasinya agar laporan keuangan jadi lebih mudah dibaca.

 

Menghitung Persentase Biaya Overhead

Persentase biaya overhead dapat diketahui dengan cara membandingkan besaran biaya tidak langsung dengan biaya langsung, lalu dikalikan dengan 100%.

 

 

Hasil dari perhitungan tersebut akan menunjukkan persentase biaya overhead yang dikeluarkan perusahaan dalam mengelola bisnis.

 

Angka persentase ini dapat digunakan oleh perusahaan sebagai bahan untuk mengevaluasi: apakah biaya overhead yang dikeluarkan perusahaan tidak berlebihan? Jika ditemukan bahwa biaya yang dikeluarkan ternyata terlalu banyak, maka perusahaan dapat mempertimbangkan untuk mengurangi pengeluaran pos-pos tertentu.

 

 

Mencari Nilai Efisiensi Biaya Overhead

Selain persentase biaya overhead, perusahaan juga dapat mengetahui nilai efisiensi dari biaya overhead yang dikeluarkan, lho! Caranya adalah dengan membandingkan besaran biaya overhead dengan upah tenaga kerja dan dikali dengan 100%.

 

 

Baca Juga: Laporan Keuangan Konsolidasi: Definisi, Fungsi, dan Cara Membuatnya

 

Pencatatan biaya overhead memang sangat penting dalam menyusun laporan keuangan. Sekarang, waktunya untuk menyusun laporan keuangan yang cermat dan akurat dengan bantuan para konsultan profesional yang selalu siap memberikan solusi terbaik dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan Anda!

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi