Resmi! Diskon PPN Properti Diperpanjang Hingga Akhir Tahun



Pemerintah memastikan perpanjangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) seperti diskon PPN untuk mobil dan properti yang sebelumnya sampai Agustus 2021 kemudian diperpanjang hingga Desember 2021. Berdasarkan penjelasan Sri Mulyani selaku Menteri keuangan, sebelumnya telah dilihat kebutuhan dunia yang terkena dampak dari pandemi COVID-19 untuk memberlakukan perpanjangan periode insentif tersebut.

 

Diskon PPN Properti

Sri Mulyani juga menyampaikan “Ini merupakan insentif agar sektor ekonomi bangkit, masyarakat juga mulai memanfaatkan resources-nya untuk konsumsi terutama kelompok menengah ke atas,” Senin, 21 Juni 2021.

 

Sementara itu, tidak hanya pengembang properti, perbankan dalam hal ini juga meminta pemerintah untuk memperpanjang PPN dikarenakan kasus penjualan rumah akan naik jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

 

Dia juga mengatakan, perpanjangan insentif tersebut meliputi Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk karyawan berpenghasilan sampai dengan Rp 16 juta per bulan. Kemudian untuk pajak korporasi diberikan diskon sebesar 50 persen untuk angsuran PPh Pasal 25.

 

Baca Juga : SAK EMKM, Laporan Keuangan Untuk UMKM

 

Untuk PPh final UMKM, pembebasan PPh 22 impor dan percepatan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pemerintah memberlakukan insentif PPN DTP 100 persen atas penyerahan rumah tapak atau rusun baru dengan harga jual di atas Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar.

 

Kasus insentif untuk diskon pajak penjualan atas barang mewah untuk kendaraan 1.500 cc ke bawah maka diskon PPnBM sebesar 100 persen diperpanjang sampai Agustus 2021. Sementara itu, diskon PPnBM 50 persen berlaku untuk periode September sampai Desember 2021.

 

“Untuk PPnBM DTP untuk otomotif 1.500cc, diskon 100 persen juga diperpanjang hingga Agustus dan PPN DTP untuk rumah akan diberlakukan perpanjangan hingga Desember” tambah Sri Mulyani.

 

Haru Koesmahargyo sebagai Direktur utama Bank BTN menyetujui bahwa pemberlakuan insentif PPN oleh pemerintah pada industri properti selama ini kembali menarik banyak masyarakat untuk memiliki rumah.

 

Baca Juga : Cristiano Ronaldo, Mungkinkan Ini Alasan CR7 Pindah ke Italia?

 

Haru mengungkapkan “Kita mendukung permintaan pengembang untuk memperpanjang insentif PPN karena dapat PPN tersebut dapat dimanfaatkan jika ada transaksi. Jadi kalau dapat diperpanjang membantu sekali untuk meningkatkan demand,”

 

Sebelumnya, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan PPN untuk rumah dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar. Insentif tersebut diberikan untuk rumah dengan tipe rumah tapak atau rumah susun saja.


 

Selain itu, pemerintah memberikan insentif PPN sebesar 50% untuk tipe rumah dengan rentang harga jual Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

 

Diharapkan skema diskon PPN Properti tersebut dapat membantu untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu memulihkan ekonomi bangsa. Jika masih kesulitan dengan skema PPN atau masalah pajak dan keuangan lainnya, konsultasikan masalah Anda di Konsultanku. Konsultanku menghubungkan Anda dengan berbagai konsultan dan profesional, termasuk konsultan Pajak. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.konsultanku.co.id/chat

 

< All Blog

Dapatkan solusi kebutuhan Anda

Apapun kebutuhan Anda baik perusahaan besar, kecil, atau pribadi ada solusinya. Konsultanku bermitra dengan berbagai praktisi profesional berkualitas dengan beragam keahlian. Urusan pajak, keuangan, akuntansi, manajemen SDM dan bahkan hukum bisnis jadi lebih praktis sekarang.

Lihat Solusi