RUU Redenominasi: Rupiah Bakal Kehilangan 3 Nol Belakang?

Akhir-akhir ini, mata uang rupiah banyak menghiasi laman headline di berbagai kanal berita. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Bank Indonesia melakukan pembaruan pada desain uang kertas rupiah. Seolah tak sudi meredup, berita tersebut turut diikuti kabar rencana redenominasi rupiah yang akan diberlakukan pemerintah lewat pengimplementasian RUU Redenominasi.

an image

 

Apa itu RUU Redenominasi?

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Redenominasi Rupiah yang akan dilakukan Bank Indonesia (BI) telah masuk dalam daftar panjang Program Legislasi Nasional (Prolegnas) selama periode 2019—2024. Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan bahwa rencana redenominasi rupiah bukanlah wacana baru. Sebab, sejak tahun 2010, BI sudah merencanakan lima tahapan pelaksanaan redenominasi rupiah.

 

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Untuk lebih jelasnya, redenominasi adalah proses menggelindingkan nol (0) dari nominal rupiah yang ada, dengan kata lain penyederhanaan nominal mata uang rupiah

Baca Juga:
Apa Itu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)
Jenis-jenis Laporan Keuangan
Mengenal Jenis-Jenis Opini Audit Laporan Keuangan
Cara Membuat Laporan Keuangan

 

Keuntungan Redenominasi, Indonesia Disangka Inflasi karena Nolnya Banyak!

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan ada dua nilai manfaat dari redenominasi, yaitu:

  1. Untuk memudahkan dan menyederhanakan sistem pencatatan keuangan bagi Pemerintah, badan usaha, dan masyarakat. Selama ini, teknik perhitungan rupiah selalu melibatkan banyak digit yang memperbesar potensi kesalahan dalam pencatatan transaksi. Hal ini akan mempermudah penyusunan APBN yang nilainya saat ini sudah mencapai nominal ribuan triliun rupiah.

  2. Untuk meningkatkan citra rupiah terhadap mata uang negara lain. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kuotasinya akan sama dengan mata uang di negara lain. Sebab, nilai tukar mata uang dengan digit nol yang banyak tak jarang diidentifikasikan sebagai negara yang sedang mengalami inflasi parah.

    Baca Juga:
    Hi sahabat Konsultanku, KonsultanKu
    Pentingkah Laporan Keuangan untuk UKM?
    Tips Siapkan Dana Darurat
    Liburan Asik dengan Budget Terjangkau

 

Kesiapan Penerapan Redenominasi pada Mata Uang Rupiah di Indonesia

Lantas, bagaimana cara menerapkan redenominasi pada mata uang rupiah? Apakah cukup dengan menghapus 3 digit nol paling belakang saja?

 

Sebetulnya, kebijakan redenominasi tidak dapat dilakukan secara spontan. Masyarakat Indonesia harus aware dengan konsep redenominasi terlebih dulu.

 

Kabar baiknya, proses menghilangkan 3 angka nol dalam mata uang rupiah yang menjadi tujuan dari redenominasi sebenarnya sudah mulai terjadi di masyarakat. Di berbagai kafe dan restoran, penghilangan 3 angka nol di belakang nominal rupiah sudah terbiasa dilakukan.

 

Misalnya, ketika Anda berkunjung ke sebuah coffee shop, sebagian diantaranya pasti ada yang sudah menghilangkan tiga angka nol di belakang harga produk dan menggantinya dengan satuan “K”. Jadi, nominal Rp50.000 ditulis sebagai Rp50K dalam daftar menu.

 

Ekonom Drajad Wibowo meyakini bahwa penghilangan tiga nol bukanlah hal yang mustahil. Sebab, jika berkaca pada fenomena di atas, dapat dikatakan bahwa masyarakat sudah mulai terbiasa dengan tiga digit angka nol yang menghilang.

 

Oleh karena itu, Ekonom Drajad menyampaikan bahwa redenominasi sebetulnya bisa direalisasikan lebih cepat. Tinggal bagaimana BI melakukan edukasi intensif kepada masyarakat luas bahwa redenominasi ini bukan sanering atau penurunan nilai mata uang.

 

Pengalaman Redenominasi dari 3 Negara Dunia

Sebelum Indonesia, sudah ada beberapa negara yang pernah memberlakukan redenominasi. Berikut adalah tiga diantaranya.

 

Turki

Turki mulai menerapkan redenominasi pada tahun 2005. Mata uang Lira (TL) dikonversi menjadi Lira baru dengan kode YTL. Kala itu, konversi mata uang lama ke baru dilakukan dengan menghilangkan 6 angka nol. Kurs konversi adalah 1 YTL untuk 1.000.000 TL.

 

Penerapan redemoninasi di Turki dilakukan dengan sangat hati-hati. Prosesnya pun berlangsung selama 7 tahun. Dalam prosesnya, pemerintah Turki sangat memperhatikan stabilitas perekonomian dalam negeri.

 

Pada tahap awal, mata uang TL dan YTL beredar secara simultan selama setahun. Kemudian mata uang lama ditarik secara bertahap digantikan dengan YTL. Pada tahap selanjutnya, sebutan 'Yeni' pada uang baru dihilangkan sehingga mata uang YTL kembali menjadi TL dengan nilai redenominasi. Selama tahap redenominasi, keadaan perekonomian tetap terjaga. Inflasi Turki pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 juga tetap stabil di kisaran 8-9%.

 

Korea Utara

Perlu diingat bahwa redenominasi merupakan kebijakan besar yang melibatkan banyak pihak. Tak heran, penerapan redenominasi tak selalu berjalan sukses. Ada juga yang mengalami kegagalan.

 

Korea Utara memenggal angka nol di mata uang won, dari 100 won menjadi 1 won pada tahun 2009. Kegagalannya ialah stok mata uang baru yang terbatas. Pasalnya, ketika warga hendak menggantikan uang lama won ke uang baru, stok uang baru tidak tersedia.

 

Brazil

Bernasib sama seperti Korea Utara, negara Brazil pun pernah gagal melakukan redenominasi, tetapi akhirnya berhasil pada tahun 1994.

 

Brazil juga mengalami kegagalan saat melakukan redenominasi cruzeiro menjadi cruzado pada tahun 1986-1989. Kala itu, Pemerintah Brazil tidak mampu mengelola inflasi yang mencapai 500% per tahun.

 

Rendahnya tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintah juga menjadi sumber kegagalan redenominasi mata uang di Brazil.

 

Kendati demikian, Brazil akhirnya sukses memberlakukan kebijakan redenominasi pada tahun 1994. Negara Amerika Latin ini berhasil menurunkan inflasi dan mampu meningkatkan cadangan devisa negara.

 

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai definisi, dasar hukum, manfaat, dan contoh kasus penerapan redenominasi di berbagai negara. Melalui pembahasan di atas, Indonesia diharapkan dapat belajar dari kegagalan negara-negara yang pernah mengimplementasikan redenominasi ini terlebih dulu.

 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, perencanaan yang matang serta awareness dan kesiapan masyarakat akan kebijakan redenominasi memainkan peran penting dalam kesuksesan redenominasi nilai mata uang.

 

ruu redenominasi, konsultasi pajak, konsultasi pajak online, konsultan pajak

 

< All Blog

Butuh bantuan?

Berbagai Jasa Profesional Pajak, Akuntansi, Audit, dan Keuangan dari Ahli yang Berpengalaman di Konsultanku.

Lihat Solusi